INFOAHARI.COM, SERANG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama PWI Provinsi Banten menggelar Seminar Anugerah Jurnalistik Adinegoro sebagai bagian dari rangkaian Pra Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda nasional dalam menyambut puncak peringatan HPN yang akan berlangsung pada 9 Februari 2026.
Seminar yang digelar di Aula Multimedia Rektorat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) tersebut dihadiri langsung Ketua Umum PWI Pusat, Ahmad Munir.
Kehadiran pimpinan pusat PWI menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi nasional insan pers, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan integritas jurnalistik di daerah.
Dalam sambutannya, Ahmad Munir menekankan bahwa perkembangan teknologi dan disrupsi digital, termasuk kemajuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia jurnalistik. Ia menegaskan bahwa inovasi teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan etika profesi dan tanggung jawab sosial wartawan.
“Anugerah Jurnalistik Adinegoro bukan hanya soal penghargaan, tetapi juga pengingat bahwa karya jurnalistik harus berpijak pada kebenaran, kepentingan publik, dan etika profesi,” ujar Ahmad Munir.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain budayawan Mahduri, akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Puspita Asri Prakaca, praktisi kecerdasan buatan Apijaya Putra, serta Priyambodo selaku juri Anugerah Jurnalistik Adinegoro.
Diskusi dipandu oleh Eko Suprihatno sebagai moderator.
Melalui forum tersebut, peserta diajak memahami dinamika jurnalistik kontemporer, mulai dari relasi pers dan kebudayaan, perspektif akademik dalam pemberitaan, hingga pemanfaatan teknologi AI dalam kerja jurnalistik tanpa mengabaikan kode etik dan independensi pers.
PWI Provinsi Banten menyambut baik kepercayaan PWI Pusat yang menjadikan Banten sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Pra HPN 2026.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas wartawan daerah sekaligus memperkuat sinergi antara pers, akademisi, dan masyarakat.
Hari Pers Nasional diperingati setiap 9 Februari sebagai tonggak sejarah berdirinya PWI sekaligus momentum refleksi peran pers dalam menjaga demokrasi, kebebasan berekspresi, dan pembangunan bangsa yang berkeadilan.
( Red )












