Camat Rajeg Berharap Pengolahan Buah Kemiri dan Tempe Bisa Atasi Kemiskinan Estrem

- Staff

Sabtu, 26 April 2025 - 04:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Camat Rajeg Berharap Pengolahan Buah Kemiri dan Tempe Bisa Atasi Kemiskinan Estrem

Camat Rajeg Berharap Pengolahan Buah Kemiri dan Tempe Bisa Atasi Kemiskinan Estrem

INFOBAHARI.COM, TANGERANG –  Camat Rajeg Oman Apriaman berharap pengolahan buah kemiri dan tempe semangit di wilayahnya dapat mengatasi dan mengentaskan kemiskinan estrem. Pengolahan buah kemiri dan tempe masuk dalam program pengentasan kemiskinan estrem yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Tangerang melalui program Program Sosial Peningkatan Ekonomi Kerakyatan dan Daerah (PROSPEK) yang diresmikan Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang pada 23 April 2025 lalu.

Camat Rajeg Oman Apriaman mengungkapkan program ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi kemiskinan di Kabupaten Tangerang.

“Dengan komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Tangerang maju, berdaya saing, dan mandiri secara ekonomi, kita siap sukseskan program Kolaborasi Penanganan Pengentasan Kemiskinan di 50 Desa,” ungkap Camat Rajeg Oman saat diwawancarai, Jumat (25/04/2025).

Selain itu, Camat Rajeg menyampaikan terima kasih telah ditunjuk menjadi lokus pada program PROSPEK. Menurut dia, terdapat tiga desa yang mendapatkan pelatihan pengolahan buah kemiri menjadi minyak dan pembuatan tempe semangit di Desa Pangarengan, Desa Daon, dan Desa Sukamanah.

“Semoga dengan pelatihan pengolahan buah kemiri menjadi minyak dan pembuatan tempe semangit kita dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi kemiskinan Khususnya di kecamatan dan di Kabupaten Tangerang pada umumnya,” katanya.(Syamsul)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Alur Uang APBDes Berputar di Lingkaran Ibu, Anak, dan Suami di Desa Buaran Bambu, DPMPD Tunjuk Camat Sebabnya
Pengukuhan Pengurus Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Dihadiri Gubernur dan Wamenhaj Dahnil
Dahnil Ceritakan Kisah Lahirnya Matahari Pagi Indonesia: Berawal dari Rapat Usai Lari Subuh
“Bungkam di Tengah Dugaan Nepotisme!” Camat Pakuhaji Tak Menjawab Soal Kaur Keuangan Anak Kades, Warga: Ada Apa?
Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM
SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia
Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan
Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pengukuhan Pengurus Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Dihadiri Gubernur dan Wamenhaj Dahnil

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:13 WIB

Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:09 WIB

SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:37 WIB

Anak Semata Wayang Jadi Kebanggaan Keluarga, Sofyan Dikha Rahman Ukir Prestasi Gemilang Di UNIMED

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:41 WIB

Perkuat Sinergi Berantas Narkoba, DPD Pemuda Batak Bersatu Banten Audiensi dengan BNNP Banten, Siapkan Penandatanganan MoU

Berita Terbaru