INFOBAHARI.COM , Tangerang – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Hal tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, saat menerima kedatangan Tim Verifikator SDGs Action Award 2025 di UPTD Tangerang Live Room, Jumat (14/11 ).
Dalam penyampaiannya, Maryono menegaskan bahwa SDGs bukan sekadar indikator, perlombaan, atau ajang penghargaan, melainkan mandat dari masyarakat yang harus diterjemahkan dalam kebijakan nyata.
“Bagi kami, SDGs adalah mandat rakyat. Bukan hanya untuk memenuhi indikator, tapi memastikan pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Alhamdulillah, tahun 2024 Kota Tangerang meraih Juara Nasional ke-2, dan itu menjadi pelecut semangat untuk terus berbenah,” ujarnya.
LAKSA GURIH: Bukti Keseriusan Kota Tangerang
Pada verifikasi tahun ini, Pemkot Tangerang mengusung inovasi unggulan LAKSA GURIH (Tata Laksana Gizi Buruk Agar Segera Pulih), sebuah program yang fokus pada percepatan penanganan gizi buruk dan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya memperkuat SDM dan ketahanan keluarga.
“Selaras dengan tema tahun ini tentang inovasi pangan dan gizi, kami bangga menghadirkan LAKSA GURIH sebagai terobosan nyata untuk mempercepat penurunan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelas Maryono.
Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan di Kota Tangerang dibangun atas dasar kolaborasi.
“Pemerintah tidak akan kuat tanpa dukungan masyarakat, dan masyarakat tidak akan sejahtera tanpa kebijakan pemerintah yang berpihak. Pembangunan berkelanjutan hanya bisa terwujud melalui kolaborasi, inovasi, dan partisipasi,” tegasnya di hadapan tim penilai.
Penilaian Difokuskan pada Ketahanan Pangan & MBG
Ketua Tim Verifikator, Religiana Salsabila, mengungkapkan bahwa kunjungan lapangan ini dilakukan untuk melihat langsung dampak dan implementasi dari inovasi unggulan Kota Tangerang.
Ia menambahkan bahwa Bappenas menitikberatkan penilaian SDGs Action Award 2025 pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan upaya pangan berkelanjutan.
“Kami ingin memastikan setiap daerah benar-benar menjalankan program secara nyata, bukan sekadar administrasi. Jika Kota Tangerang kembali meraih penghargaan, rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden atau Wakil Presiden di acara puncak,” jelasnya.
Masyarakat: Program Mulai Terasa Dampaknya
Warga Kota Tangerang menyambut baik inovasi LAKSA GURIH yang mulai dirasakan manfaatnya di berbagai wilayah.
“Sekarang penanganan gizi buruk lebih cepat. Anak-anak yang butuh intervensi langsung ditangani dan dipantau. Program ini terasa nyata, bukan hanya di atas kertas,” ungkap Rani (32), warga Cibodas.
Warga lainnya, Dedi Prasetyo (41), menilai Kota Tangerang semakin serius mengupayakan pembangunan yang berpihak pada keluarga kecil di masyarakat.
“Kalau program kayak gini terus dijalankan, saya yakin kualitas hidup warga makin baik. Pemerintah kelihatan serius dan nggak setengah-setengah,” ujarnya.
Komitmen Berkelanjutan
Dengan sejumlah inovasi digerakkan bersama masyarakat, Pemkot Tangerang berharap verifikasi tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kota dalam mencapai SDGs secara menyeluruh.
( Mela )












