INFOBAHARI.COM, KOTA TANGERANG – Aparat kepolisian berhasil membongkar praktik peredaran obat keras ilegal di wilayah Neglasari, Kota Tangerang. Seorang pria berinisial BIBIT alias PEDOK (47) diamankan setelah kedapatan menjual obat keras jenis Tramadol dan Exymer tanpa izin dari rumahnya sendiri.
Penangkapan dilakukan oleh tim opsnal Polsek Neglasari pada Selasa malam (3/3/2026) sekitar pukul 22.00 WIB di kediaman pelaku yang berada di Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka.
“Informasi dari masyarakat langsung kami tindak lanjuti. Tim opsnal Polsek Neglasari melakukan observasi dan berhasil mengamankan pelaku di kediamannya,” ujar Jauhari dalam keterangannya.
Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan ratusan butir obat keras yang diduga siap diedarkan kepada pembeli.
Dari lokasi kejadian, petugas berhasil mengamankan 118 butir pil Tramadol dan 232 butir pil Exymer berwarna kuning berlogo MF.
Selain itu, polisi juga menyita uang tunai Rp168 ribu yang diduga hasil penjualan obat, satu unit telepon genggam, serta sebuah dompet yang digunakan untuk menyimpan barang bukti.
Kapolres menegaskan bahwa peredaran obat keras ilegal merupakan ancaman serius bagi masyarakat, terutama generasi muda yang rentan menjadi korban penyalahgunaan obat-obatan tersebut.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi peredaran obat-obatan ilegal yang dapat merusak generasi muda. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Polsek Neglasari guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, terkait produksi atau peredaran sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar serta praktik kefarmasian tanpa kewenangan.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait peredaran obat keras ilegal, baik dengan datang langsung ke kantor polisi terdekat maupun melalui call center Polri 110.
( Syamsul Sinambela )












