INFOBAHARI.COM , Jakarta – Perkumpulan Bundo Kanduang Minangkabau (PBKM) wilayah Jakarta Selatan menggelar rapat kerja wilayah (raker) sekaligus halal bihalal di Hotel Balairung, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menyusun program kerja satu tahun ke depan sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota.
Mengusung tema “Mewujudkan Perempuan Minangkabau sebagai Pelestari Nilai-nilai Budaya yang Bermartabat dan Berakhlak Mulia”, raker menegaskan pentingnya peran perempuan Minangkabau dalam menjaga adat dan budaya, khususnya di tanah rantau.
Ketua PBKM Jakarta Selatan, Eka Putri Asnita, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menyatukan visi dan langkah organisasi ke depan.
“Perempuan Minangkabau harus mampu beradaptasi di mana pun berada tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang dibawa dari kampung halaman,” ujarnya.
Ia menegaskan, Bundo Kanduang di perantauan diharapkan dapat hidup layak, diterima masyarakat, serta tetap menjunjung tinggi falsafah ‘di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’.
Dalam forum tersebut, PBKM Jakarta Selatan membahas sejumlah program strategis yang terbagi dalam tiga bidang utama, yakni organisasi, sosial dan ekonomi, serta adat, hukum adat, dan budaya.
Program-program tersebut diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi sekaligus memberi manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat luas.
Eka juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah maupun pihak swasta.
Mengingat banyaknya perantau Minangkabau di Jakarta, khususnya Jakarta Selatan, sinergi dinilai menjadi kunci keberhasilan program.
“Kami berharap kerja sama dengan berbagai pihak dapat mengoptimalkan pelaksanaan program, sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas,” tambahnya.
Saat ini, kepengurusan PBKM Jakarta Selatan berjumlah sekitar 24 orang dan telah memasuki periode kedua, dengan masa jabatan empat tahun per periode.
Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang DKI Jakarta, Rosita Medina, menilai kegiatan raker dan halal bihalal ini sebagai sarana penting untuk menjaga soliditas organisasi di tingkat wilayah.
Ia mengungkapkan, ke depan PBKM DKI Jakarta akan terus mengembangkan berbagai program unggulan, termasuk rencana pembentukan sekolah adat Minangkabau sebagai upaya konkret pelestarian budaya.
“Dengan raker ini, kami optimistis organisasi akan terus berkembang. Salah satu langkah ke depan adalah mendirikan sekolah adat Minangkabau,” ujarnya.
Di penghujung acara, tausiyah dan doa halal bihalal disampaikan oleh Nurjanah, yang menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.
“Silahturahmi itu wajib, mulai dari keluarga dekat hingga lingkungan sosial seperti organisasi, paguyuban, dan kegiatan seperti yang kita hadiri hari ini,” tuturnya.
Kegiatan ini berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang menjadi ciri khas masyarakat Minangkabau di perantauan.
( *Syamsul* *Sinambela* )












