INFOBAHARI.COM, KOTA TANGERANG – Polemik muncul di kalangan insan pers Kota Tangerang. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tangerang mengkritik manajemen Tangcity Mall yang dinilai tidak melibatkan wartawan lokal dalam kegiatan sosial Ramadan bertajuk “1.000 Keberkahan Ramadan bersama 1.000 Anak Yatim.”
Kegiatan tersebut digelar di Ballroom Novotel Tangerang yang berada di kawasan Tangcity Superblock, Jumat (6/3/2026).
Meski diketahui mengundang sejumlah media, beberapa wartawan lokal mengaku tidak mendapat akses untuk meliput acara tersebut.
Situasi ini memicu kekecewaan dari kalangan jurnalis yang selama ini bertugas di wilayah Kota Tangerang.
Salah satu wartawan anggota PWI Kota Tangerang, Nazher, mengungkapkan bahwa dirinya sempat menanyakan langsung kepada pihak manajemen terkait undangan media setelah mengetahui adanya kegiatan tersebut.
“Padahal undangan itu jelas ditujukan kepada media. Namun ketika kami mencoba mengonfirmasi, justru disampaikan bahwa undangan terbatas dan tidak semua media bisa diakomodasi,” ujarnya.
Menurutnya, alasan keterbatasan undangan tidak seharusnya membuat media lokal yang selama ini meliput aktivitas di Kota Tangerang justru tersisih dari kegiatan yang berlangsung di wilayahnya sendiri.
Nazher bahkan menilai wartawan yang tergabung dalam PWI Kota Tangerang selama ini jarang dilibatkan dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Tangcity Mall.
“Di sini kami media yang tergabung dalam PWI, organisasi wartawan yang diakui pemerintah. Tetapi dalam berbagai kegiatan di Tangcity Mall yang berada di wilayah Kota Tangerang, kami merasa tidak pernah dilibatkan,” tegasnya.
Sikap tersebut juga mendapat perhatian dari Ketua PWI Kota Tangerang, R Herwanto. Ia menyayangkan jika benar media lokal tidak diberikan ruang untuk meliput kegiatan yang berlangsung di wilayah Kota Tangerang.
Menurutnya, media lokal memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi mitra strategis berbagai pihak dalam penyebaran informasi publik.
“Kami tentu sangat menyayangkan jika wartawan lokal, khususnya yang tergabung dalam PWI Kota Tangerang, tidak dilibatkan dalam kegiatan yang diselenggarakan di wilayah Kota Tangerang,” ujar Herwanto.
Ia menegaskan bahwa PWI sebagai organisasi profesi wartawan selalu mendorong sinergi yang sehat antara media, pemerintah daerah, dan pihak swasta.
“Kami berharap ke depan pihak pengelola Tangcity Mall dapat membuka komunikasi yang lebih baik dengan organisasi wartawan di daerah. Media lokal juga memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kegiatan kepada masyarakat,” tambahnya.
Herwanto menilai kegiatan sosial seperti santunan anak yatim merupakan agenda positif yang semestinya dapat diketahui publik secara luas melalui pemberitaan media, bukan justru terkesan eksklusif.
Sementara itu, pihak manajemen Tangcity melalui perwakilan yang dihubungi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda lintas unit di kawasan superblock sehingga undangan media dikoordinasikan oleh tim tertentu dengan kapasitas terbatas.
Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat mengakomodasi seluruh media yang ingin hadir, serta berjanji akan menginformasikan kegiatan lainnya kepada rekan media pada kesempatan berikutnya.
Meski demikian, polemik ini kini menjadi perhatian di kalangan insan pers di Kota Tangerang. Sejumlah wartawan berharap ke depan hubungan antara pengelola pusat perbelanjaan dan media lokal dapat terjalin lebih terbuka, transparan, dan profesional.
( Syamsul Sinambela )












