INFOBAHARI.COM, KOTA TANGERANG, 6 April 2026 – Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang semakin menjamur dan memakan badan jalan di sekitar Pasar Anyar Tangerang menuai sorotan.
Kondisi ini dinilai seolah luput dari perhatian pemerintah setempat, meski lokasinya berdekatan dengan kantor kecamatan dan aparat penegak peraturan daerah.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas PKL tetap berjalan normal, baik pada siang maupun malam hari. Padahal, keberadaan mereka dinilai mengganggu ketertiban, kelancaran lalu lintas, serta berdampak pada aktivitas perdagangan di dalam pasar.
Salah satu pemerhati pasar, Ayub, mengkritisi langkah aparat yang dinilai belum maksimal dalam melakukan penertiban. Ia menyebut, upaya yang dilakukan selama ini terkesan hanya formalitas tanpa tindakan tegas.
“Pihak kecamatan dan Satpol PP jangan hanya buang energi. Penertiban jangan sekadar formalitas, karena sebenarnya pedagang di luar bersedia jika diarahkan untuk berjualan di dalam pasar,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, fenomena ini juga berdampak pada pedagang resmi yang berada di dalam pasar. Sepinya pembeli membuat sebagian dari mereka memilih keluar dan ikut berjualan di badan jalan demi mempertahankan pendapatan.
“Kalau ini dibiarkan, pedagang di dalam pasar akan terus keluar. Padahal solusinya sederhana, cukup ada ketegasan dari pemerintah,” tambahnya.
Ayub juga mengungkapkan, setiap kali dilakukan operasi penertiban oleh Satpol PP Kota Tangerang, para PKL memang menutup lapaknya. Namun kondisi itu hanya sementara, karena setelah petugas pergi, para pedagang kembali berjualan seperti biasa.
“Kalau ada operasi, lapak ditutup. Tapi setelah petugas pergi, ya buka lagi. Jadi seperti hanya disisir sekilas, setelah itu ditinggal,” bebernya.
Ia bahkan pernah mengusulkan pembentukan posko pemantauan bersama antara pihak kecamatan dan pengelola pasar, namun hingga kini belum terealisasi.
Diketahui, kondisi ini turut dipicu oleh menurunnya jumlah pembeli di dalam pasar yang telah disediakan pemerintah. Akibatnya, para pedagang lebih memilih berjualan di luar demi mendapatkan akses langsung ke konsumen.
Masyarakat berharap pemerintah Kota Tangerang segera mengambil langkah tegas dan terukur agar ketertiban kawasan pasar kembali terjaga, sekaligus menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di dalam pasar secara optimal.
Syamsul Sinambela












