UMJ Press dan APPTIMA Wakili Indonesia Dalam International Publishers Congress 2026 di Malaysia

- Staff

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobahari.com, Kuala Lumpur – Direktur UMJ Press Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Prof. Dr. Taufiqurokhman, S.H., A.Ks., S.Sos., M.Si., CPLA, bersama Ketua Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (APPTIMA), Dr. Muhammad Aripin, menghadiri 35th International Publishers Congress (IPC) 2026 yang berlangsung di Grand Hyatt Kuala Lumpur, Malaysia, pada 5–9 Juli 2026. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari delegasi Indonesia dalam forum penerbitan internasional yang diselenggarakan oleh International Publishers Association (IPA) bekerja sama dengan Malaysian Book Publishers Association (MABOPA).
Kongres yang mengusung tema “Publishing Intelligence, Sustaining Forward” atau “Kecerdasan dalam Penerbitan, Melangkah Maju Secara Berkelanjutan” tersebut menjadi ajang pertemuan para pemimpin asosiasi penerbit, akademisi, pelaku industri buku, perusahaan teknologi, dan organisasi internasional untuk membahas masa depan industri penerbitan di era transformasi digital. Isu-isu yang mengemuka meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), perlindungan hak cipta, etika penerbitan, kebebasan menerbitkan, keberlanjutan industri buku, hingga penguatan kolaborasi global.
Prof. Taufiqurokhman mengatakan bahwa perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap ekosistem penerbitan. Menurutnya, perguruan tinggi kini tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas, berdaya saing internasional, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Kongres ini menjadi ruang strategis bagi penerbit perguruan tinggi Indonesia untuk memperluas wawasan, membangun jejaring internasional, sekaligus mempelajari berbagai praktik terbaik dalam pengelolaan penerbitan di era digital. Pemanfaatan Artificial Intelligence harus diimbangi dengan etika, perlindungan hak cipta, dan integritas akademik agar kualitas publikasi tetap terjaga,” ujar Prof. Taufiqurokhman.
Ia menambahkan bahwa teknologi AI membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi proses editorial, penerjemahan, analisis data, hingga distribusi publikasi ilmiah. Namun, penerapannya tetap harus mengedepankan tanggung jawab akademik dan perlindungan terhadap karya intelektual sebagai fondasi utama dunia penerbitan.
Ketua APPTIMA, Dr. Muhammad Aripin, menilai keikutsertaan dalam International Publishers Congress menjadi momentum penting bagi penerbit perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah untuk memperkuat jejaring kerja sama internasional. Menurutnya, tantangan penerbitan akademik saat ini tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kualitas naskah, tetapi juga kemampuan membangun kolaborasi lintas negara, memperluas akses publikasi ilmiah, serta mengembangkan inovasi penerbitan berbasis teknologi digital.
Selama kongres berlangsung, peserta mengikuti berbagai sesi pleno dan diskusi paralel yang membahas kecerdasan buatan dalam penerbitan, etika penggunaan AI, hak cipta digital, aksesibilitas publikasi, penerjemahan pada era digital, hingga peluang kerja sama bisnis melalui kegiatan Business Networking dan Rights Trade. Forum tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh dunia dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), European Parliament, Elsevier, Penguin Random House, Hachette, PEN International, serta berbagai asosiasi penerbit dan perguruan tinggi dari Asia, Eropa, Afrika, Australia, dan Amerika.
Bagi Indonesia, partisipasi dalam International Publishers Congress memiliki nilai strategis untuk memperkuat daya saing industri penerbitan nasional di tingkat global. Forum ini membuka peluang pengembangan kerja sama internasional di bidang penerbitan akademik, pertukaran hak cipta, penerbitan bersama (co-publishing), penerjemahan karya ilmiah, hingga promosi buku Indonesia ke pasar dunia.
Prof. Taufiqurokhman berharap hasil pembahasan dalam kongres dapat menjadi referensi bagi pengembangan UMJ Press maupun jaringan penerbit perguruan tinggi di Indonesia. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, asosiasi penerbit, dan mitra internasional akan menjadi modal penting dalam membangun ekosistem penerbitan nasional yang inovatif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam perkembangan industri penerbitan global.
( Red )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gubernur Banten Andra Soni Dampingi Mendag Antar Pulang Presiden Peru Dina Boluarte

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:04 WIB

Mengejar Status Hub Finansial Global, PFII Mulai Disiapkan dari Bali

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:32 WIB

Bupati Serang Terima Anugerah SMSI 2026, Apresiasi Sinergi Pemerintah dan Insan Pers

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:24 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum Raih Penghargaan Sahabat Pers Indonesia SMSI Pusat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:42 WIB

Respons Perubahan Global, Firdaus Intruksikan Anggota SMSI Jadi Pemandu Informasi yang Sehat

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:08 WIB

Sinergi Hebat! Mitra Media Korem 052/Wkr Sabet Juara I Lomba Karya Jurnalistik TNI AD 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:04 WIB

JANGAN SAMAKAN KRITIK DENGAN PROVOKASI, DUDUNG: DEMOKRASI HARUS MEMBANGUN BUKAN MERUNTUHKAN

Selasa, 2 Juni 2026 - 09:45 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:43 WIB

Ketum SMSI Firdaus dan JAM Intel Kejagung Reda Mathovani Bahas Sinergi Kejagung, ABPEDNAS dan SMSI Sukseskan Jaga Desa dan Jaga Dapur MBG, Perkuat Pengawasan Program Pemerintah

Berita Terbaru

Kota Tangerang

OPEN TURNAMEN GATEBALL BGC 064 BANTEN ADAKAN TRIPLE BEBAS 2026

Minggu, 5 Jul 2026 - 11:28 WIB

Kota Tangerang

Aksi Nyata dan Tulus Bakti TNI Ringankan Beban Rakyat

Jumat, 3 Jul 2026 - 15:57 WIB