Anggota PWI Kota Tangerang Mengikuti Acara Tradisi Kirab Pusaka 1 Suro 2025 di Surakarta

- Staff

Kamis, 26 Juni 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota PWI Kota Tangerang Mengikuti Acara Tradisi Kirab Pusaka 1 Suro 2025 di Surakarta.

Anggota PWI Kota Tangerang Mengikuti Acara Tradisi Kirab Pusaka 1 Suro 2025 di Surakarta.

INFOBAHARI.COM, SURAKARTA – Memperingati malam 1 Suro, masyarakat Jawa kerap menggelar berbagai tradisi yang dipercayai penuh sarat makna spiritual dan budaya. Di Surakarta, Pura Mangkunegaran tetap setia menjaga tradisi leluhur melalui Kirab Pusaka Dalem 1 Suro.

Tradisi Kirab Pusaka adalah sebuah prosesi arak-arakan yang melibatkan benda-benda pusaka yang dianggap sakral dan memiliki nilai historis-spiritual dalam suatu keraton.

Ketua PWI Kota Tangerang Herwanto, selaku pimpinan redaksi media Suluhnews bersama pengurus ikut menghadiri acara kegiatan di Surakarta.

Kirab Pusaka biasanya dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian acara adat atau keagamaan, terutama dalam peringatan malam 1 Suro yang menandai Tahun Baru Islam menurut penanggalan Jawa. Tradisi kirab sudah ada sejak era kepemimpinan Mangkunegara 1.

Secara khusus, Kirab Pusaka menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur dan warisan budaya, sekaligus sebagai permohonan keselamatan dan berkah di tahun yang baru.

Kirab Pusaka juga merupakan ruang refleksi diri yang menghubungkan masa lalu (Atita), masa kini (Atiki), dan masa depan (Anagata). Selain itu, juga untuk memperkuat ikatan sosial dan identitas budaya masyarakat Jawa.

Prosesi tradisi ini kerap melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga keraton, abdi dalem, hingga warga umum yang ingin bergabung dan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Tahun 2025, Kirab Pusaka Dalem 1 Suro Dal 1959 Mangkunegaran akan digelar pada Kamis, 26 Juni pukul 19.00 WIB di Pura Mangkunegaran, Surakarta. Acara tradisi ini terbuka untuk umum secara gratis.

Dalam kirab, masyarakat juga dapat mengikuti prosesi semedi di Pendhapa Ageng mulai pukul 00.00 hingga 01.00 WIB.

Kemudian, terdapat prosesi “Laku Tapa Bisu” yakni ritual mengelilingi Pura Mangkunegaran dengan berjalan kaki tanpa alas, tidak bersuara, hingga tidak melakukan aktivitas lainnya.

Prosesi tersebut sebagai refleksi diri terhadap perjalanan pada tahun sebelumnya dan menuju perjalanan baru. Sehingga energi lama dilepaskan dan pemaknaan baru telah dibuka.

Pusaka dalem pada Laku Tapa Bisu akan dibawa abdi dalem Mangkunegaran dan diikuti barisan Kirab yang dipimpin cucuk lampah.

Rute Kirab Pusaka 1 Suro Dal 1959 akan dimulai dari Pura Mangkunegaran, Koridor Ngarsopuro, Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan R.M. Said, Jalan Teuku Umar, Jalan Slamet Riyadi, Koridor Ngarsopuro, dan kembali ke Pura Mangkunegaran.

Mengikuti aturan adat, masyarakat yang hadir dalam acara ini perlu memakai pakaian yang sesuai, yaitu kemeja hitam dan bawahan kain yang tidak berkain batik motif parang, lereng, atau kain bludru.

Sementara aturan pakaian untuk masyarakat yang menjadi peserta kirab pusaka, yakni sebagai berikut:

  • Laki-laki: Beskap Mangkunegaran berwarna hitam, blangkon Mangkunegaran, jarik sogan (tidak bermotif parang atau lereng), dan keris.
  • Perempuan: Kebaya berwarna hitam, jarik sogan (tidak bermotif parang atau lereng dan berbahan bludru, rambut diukel dengan tusuk konde (bagi non-hijab).

Marsudin Seksi keanggotaan PWI Kota Tangerang mengatakan, dengan kita menghadiri kegiatan Kirab Pusaka 1 Suro yang ada di daerah Surakarta untuk mengetahui acara adat 1 Suro yang ada di daerah Surakarta.

“Ini menambah pengalaman kita dalam mengetahui kegiatan adat di daerah, semoga kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi diri saya dan rekan rekan PWI Kota Tangerang, “tutur Marsudin.

Terlihat anggota SAKA Bhayangkara Pramuka pun ikut dalam kegiatan tersebut.

Demikian tradisi Kirab Pusaka 1 Suro bagi masyarakat Jawa, yang menjadi momentum untuk memulai tahun baru dengan hati bersih, jiwa tenang, sekaligus menjaga warisan budayanya. (red)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

HPN 2026 di Banten: Pers Didorong Jadi Penjaga Kepentingan Publik di Era AI dan Disrupsi Digital
Ratusan Anggota SMSI Ramaikan HPN 2026 di Cilegon, Mahasiswa Diajak Jadi Garda Depan Pers Siber Nasional
Monumen SMSI di Kota Cilegon: Simbol Perjuangan ‘Jalan Sunyi’ Pers Siber dari Banten untuk Dunia
Meriah, Rombongan HPN 2026 Disambut Kesenian Tradisional Pandeglang, Bupati hingga Wagub Banten Apresiasi Peran Pers
Penuh Kekhidmatan, KH Aby Muluk Pimpin Doa Keselamatan dan Kesuksesan HPN 2026 di Banten Lama
Muskot 2026, Yudian Terpilih Aklamasi Pimpin SMSI Kota Serang Periode 2026–2029
HPN 2026: SMSI Banten dan Wali Kota Cilegon Matangkan Persiapan Puncak Peringatan
PWI Pusat Gelar Kemah Budaya ke Baduy Sambut HPN 2026

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:00 WIB

Ratusan Anggota SMSI Ramaikan HPN 2026 di Cilegon, Mahasiswa Diajak Jadi Garda Depan Pers Siber Nasional

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:53 WIB

Monumen SMSI di Kota Cilegon: Simbol Perjuangan ‘Jalan Sunyi’ Pers Siber dari Banten untuk Dunia

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:56 WIB

Meriah, Rombongan HPN 2026 Disambut Kesenian Tradisional Pandeglang, Bupati hingga Wagub Banten Apresiasi Peran Pers

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:55 WIB

Penuh Kekhidmatan, KH Aby Muluk Pimpin Doa Keselamatan dan Kesuksesan HPN 2026 di Banten Lama

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:59 WIB

Muskot 2026, Yudian Terpilih Aklamasi Pimpin SMSI Kota Serang Periode 2026–2029

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:52 WIB

HPN 2026: SMSI Banten dan Wali Kota Cilegon Matangkan Persiapan Puncak Peringatan

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:44 WIB

PWI Pusat Gelar Kemah Budaya ke Baduy Sambut HPN 2026

Kamis, 15 Januari 2026 - 11:35 WIB

SMSI Banten dan Kominfo Lebak Matangkan Persiapan HPN 2026: Misi Kenalkan Sejarah dan Budaya Banten ke Level Nasional

Berita Terbaru

Kota Tangerang Selatan

Aksi Cepat Satgas Sampah Koramil 08/Pamulang, Satu Truk Sampah Berhasil Diangkut

Senin, 9 Feb 2026 - 12:25 WIB