ForKI Riau Bahas Penguatan Peran Wartawan, Gelombang Sengketa Dana Desa dan BOS Jadi Sorotan KI Banten

- Staff

Selasa, 10 Februari 2026 - 05:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN | infobahari.com — Forum Wartawan Komisi Informasi (ForKI) Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten untuk memperkuat kapasitas wartawan dalam mendorong keterbukaan informasi publik. Diskusi strategis tersebut berlangsung di ruang mediasi Kantor KI Banten, Senin (9/2/2026).

Kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas Wartawan Forum Keterbukaan Informasi (ForKI) Riau dalam Mendukung Kinerja Komisi Informasi Provinsi” ini menghadirkan jajaran komisioner KI Banten serta perwakilan KI Riau, sekaligus menjadi ruang bertukar pengalaman terkait pengelolaan sengketa informasi publik.

Ketua KI Banten, Dr. Zulpikar, S.Kom., S.E., S.H., M.M., M.I.P., M.H., yang menjadi narasumber utama, menyoroti masih rendahnya pemahaman sebagian aparatur desa terkait prinsip keterbukaan informasi publik.

Menurutnya, banyak kepala desa dan perangkat desa belum terbiasa dengan tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.

“Ke depan, kami akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi melalui pelatihan, workshop, serta kampanye keterbukaan informasi publik,” ujar Zulpikar.

Ia menegaskan, peran wartawan sangat krusial dalam mempercepat terwujudnya transparansi pemerintahan. Media dinilai memiliki kekuatan untuk mendorong kesadaran publik sekaligus mengawal implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik di daerah.

Sementara itu, Wakil Ketua KI Banten, Moch. Ojat Sudrajat S, mengungkapkan bahwa Kota Tangerang menjadi wilayah dengan jumlah sengketa informasi terbanyak di Banten, dengan mayoritas kasus berkaitan dengan penggunaan dana desa dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Ini menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap transparansi penggunaan anggaran publik,” kata Ojat.

Data KI Banten mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 79 register permohonan penyelesaian sengketa informasi. Hingga Februari 2026, sudah tercatat 26 register baru, dan jumlah tersebut diprediksi terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan hak akses informasi.

Ojat menyambut baik pelaksanaan FGD tersebut karena dinilai menjadi sarana berbagi praktik terbaik antarprovinsi dalam menangani sengketa informasi.
“Kami berharap diskusi ini menjadi masukan berharga untuk meningkatkan kinerja KI Banten,” ujarnya.

Pembina ForKI Riau, H. Zufra Irwan, S.E., M.M., menegaskan bahwa ForKI berperan sebagai mitra strategis Komisi Informasi dalam menyosialisasikan keterbukaan informasi hingga ke tingkat desa.
“Kami berkomitmen meningkatkan kapasitas wartawan agar mampu mengawal isu keterbukaan informasi publik serta mendorong transparansi pemerintahan,” kata Zufra.

FGD tersebut dihadiri sejumlah wartawan serta pejabat KI Banten. Diskusi turut membahas strategi peningkatan akses informasi bagi masyarakat, efektivitas penyelesaian sengketa, serta penguatan kolaborasi antara pers dan lembaga publik guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih akuntabel.

( Syamsul Sinambela )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM
SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia
Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan
Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral
Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks
Anak Semata Wayang Jadi Kebanggaan Keluarga, Sofyan Dikha Rahman Ukir Prestasi Gemilang Di UNIMED
Dari FGD SMSI Di Denpasar: Kawal Integritas PFII, ya SMSI Dorong Penguatan Infrastruktur Hukum dan Pengawasan Khus
Nelayan Padang Pariaman Hadapi Kendala BBM Bersubsidi dan Alat Tangkap, Berharap Perhatian Pemerintah

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:32 WIB

Universitas Indonesia dan PERADI Profesional Buka Pendaftaran PKPA Angkatan I 2026, Hadirkan Pengajar dari MA, Kejaksaan hingga KPK

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:33 WIB

Tokoh Tanah Abang H. Heri MS Resmi Dilantik Sebagai Bendahara DPC PKB Jakpus dan Wakil Ketua DPW DKI Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:29 WIB

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:58 WIB

Fit and Proper Test Calon KPI di DPR RI, Ferdi Setiawan Jelaskan Gagasan Transformasi Menuju Ekosistem Penyiaran yang Adaptif

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:47 WIB

Terobosan Smart Ferdi Setiawan, Calon Komisioner KPI, Berbekal Pengalaman Dunia Penyiaran, Akademisi Komunikasi & Pegiat Informasi Publik

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:28 WIB

PERADI Profesional Cetak Rekor MURI, Gandeng 108 Perguruan Tinggi Keagamaan Bangun Ekosistem Pendidikan Hukum Berintegritas

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:00 WIB

Pekan Diplomasi Prabowo Tuai Apresiasi, Yuddy Chrisnandi: Indonesia Kini Jadi Jangkar Geopolitik Kawasan

Berita Terbaru