INFOBAHARI.COM , TANGERANG, — Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperluas akses kerja bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuai apresiasi dari Gubernur Banten, Andra Soni. Hal itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara 63 Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK se-Kota Tangerang dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dalam rangka penguatan Program Gampang Kerja yang berkelanjutan.
Kegiatan tersebut berlangsung seusai Apel Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) di SMK Negeri 2 Kota Tangerang, Selasa ( 25/11 ). Kolaborasi ini menjadi langkah strategis membuka peluang kerja global bagi para siswa, sekaligus menekan angka pengangguran di Kota Tangerang.
“Ini adalah salah satu inisiasi dan inovasi dari Pemkot Tangerang bersama Lembaga Pelatihan Kerja dan P3MI, yang akan melakukan kerja sama dengan 63 SMK. Para siswa nantinya akan mendapatkan pelatihan bahasa untuk dipersiapkan bekerja di luar negeri. Semoga upaya ini bermanfaat bagi para lulusan dan masyarakat,” ujar Andra Soni.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat HUT ke-80 PGRI dan berharap para guru terus menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan di Banten.
“Semoga guru-guru di Banten semakin maju dan terus mengabdikan diri untuk mencetak generasi unggul,” tambahnya.
Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, yang turut hadir dalam rangkaian peringatan HUT PGRI dan HGN, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pendidik, dan masyarakat untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkarakter.
“Hari Guru ini mengingatkan kita bahwa perjuangan pendidikan adalah fondasi peradaban bangsa. Ketika pendidik berdedikasi, pemerintah berkomitmen, dan masyarakat bergerak bersama, transformasi pendidikan benar-benar terwujud,” tutur Sachrudin.
Ia juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menolak segala bentuk bullying, perundungan, kekerasan, dan tawuran di lingkungan sekolah.
“Tidak ada toleransi untuk perilaku yang merusak masa depan anak-anak kita,” tegasnya.
Program ini pun disambut positif oleh para wali murid dan guru. Sulastri (45), wali murid siswa kelas XII SMK di Kecamatan Periuk, mengaku optimistis dengan adanya kerja sama ini karena membuka peluang lebih luas bagi anak-anak mereka.
“Sebagai orang tua, kami merasa lebih tenang. Anak-anak tidak hanya lulus, tapi juga dibekali pelatihan yang jelas arahnya. Ini sangat membantu masa depan mereka,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan oleh Rudi Hartono, guru produktif di salah satu SMK negeri di Kota Tangerang. Ia menilai program ini sebagai jembatan konkret antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
“Selama ini kami mendorong siswa siap kerja, tapi lewat program ini arahnya lebih nyata. Ada pendampingan, pelatihan bahasa, dan akses kerja yang terstruktur. Ini motivasi besar bagi siswa,” ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, Pemkot Tangerang optimistis mampu mencetak lulusan SMK yang kompeten, berdaya saing global, serta berkontribusi terhadap penurunan angka pengangguran, yang pada 2025 tercatat turun menjadi 5,88 persen dari 5,92 persen di tahun sebelumnya.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa investasi di sektor pendidikan dan ketenagakerjaan bukan hanya soal angka, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan generasi Tangerang dan Provinsi Banten.
( Mela )












