INFOBAHARI.COM , Bersinergi dengan Alam rencana alam yang silih berganti terjadi di berbagai belahan dunia bukanlah peristiwa yang hadir tanpa sebab.
Di balik gemuruh banjir, longsor, kebakaran hutan, dan perubahan iklim yang ekstrem, sering kali terselip satu benang merah: keserakahan manusia terhadap alam.Alam sejatinya bukan musuh, melainkan sahabat kehidupan. Ia menyediakan udara untuk bernapas, air untuk kehidupan, dan tanah untuk berpijak.
Namun ketika manusia mengeksploitasi tanpa batas—menebang tanpa menanam, mengambil tanpa memulihkan—keseimbangan pun runtuh. Saat itulah alam “berbicara” dengan caranya sendiri, dan manusia sering menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya.
Karena itu, penting bagi manusia untuk bersinergi dengan alam, bukan menaklukkannya. Sinergi berarti hidup selaras, memahami batas, serta menghormati hukum-hukum alam yang telah ditetapkan Tuhan.
Dengan menjaga alam, sesungguhnya manusia sedang menjaga keberlangsungan hidupnya sendiri.
Lebih dari itu, sinergi dengan alam tidak bisa dipisahkan dari sikap kasih terhadap sesama ciptaan Tuhan.
Mengasihi manusia lain, menyayangi hewan, serta merawat tumbuhan adalah satu kesatuan nilai yang tak terpisahkan.
Ketika kita merusak satu, maka yang lain pun akan terdampak.
Di tengah berbagai bencana dan krisis, yang paling dibutuhkan bukanlah saling menyalahkan, melainkan saling mengingatkan.
Kesadaran kolektif tumbuh bukan dari tudingan, tetapi dari teladan dan kepedulian.
Setiap langkah kecil mengurangi sampah, menjaga lingkungan, dan hidup lebih bijak—adalah bagian dari ikhtiar besar menyelamatkan bumi.Pada akhirnya, alam tidak pernah berniat menghancurkan manusia. Ia hanya merespons perlakuan yang diterimanya.
Maka sudah saatnya manusia berhenti berseteru dengan alam, dan mulai berjalan berdampingan dengannya—dalam harmoni, tanggung jawab, dan kasih.
(Syamsul Bahri Sinambela)












