Satgas Pengendalian Hadapi Tantangan Berat Stabilkan Harga Beras di Papua Raya

- Staff

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM , JAKARTA — Upaya Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras yang dibentuk pada 18 November 2025 mulai menunjukkan hasil di banyak wilayah Indonesia. Harga beras di Zona I dan Zona II—meliputi wilayah barat dan tengah Indonesia—berhasil distabilkan dan kini berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, perjalanan Satgas belum usai. Tantangan besar kini menanti di Zona III, khususnya Papua Raya, yang masih menjadi daerah paling berat dalam proses stabilisasi harga beras.

Selama 49 hari bekerja, Satgas telah melakukan pengawasan di 35.105 titik, rata-rata 731 lokasi per hari, dan mengeluarkan 920 surat teguran kepada para pelaku usaha yang menjual beras Premium, Medium, maupun SPHP di atas HET. Langkah masif ini semakin mempertegas komitmen pemerintah menekan gejolak harga beras di seluruh Indonesia.

Data Posko Satgas, temuan SP2KP Kementerian Perdagangan, serta laporan BPS menunjukkan tren positif: harga beras di Zona I dan II turun dan stabil. Bahkan, sejak Oktober 2025, beras tidak lagi menjadi penyumbang inflasi daerah. Namun di Papua dan Maluku, harga masih bertahan di atas HET meski menunjukkan penurunan bertahap.

Papua Raya: Medan Ekstrem, Biaya Logistik Tinggi

Pelaksana Satgas sekaligus Kasatgas Pangan Polri Brigjen Ade Safri Simanjuntak menyebut kondisi geografis ekstrem turut menjadi faktor utama tingginya harga beras di Papua.

> “Biaya transportasi di Papua bisa dua kali lipat karena akses darat dan moda transportasi sangat terbatas. Banyak wilayah hanya bisa dijangkau pesawat perintis dengan kapasitas sekitar 1,25 ton,” ujar Ade.

Di sisi lain, belum tersedianya gudang Bulog di 28 kabupaten/kota membuat distribusi semakin panjang dan mahal. Cuaca ekstrem hingga potensi gangguan keamanan turut memperlambat distribusi logistik di sejumlah lokasi.

Satgas Gas Pol: Pemetaan, Audit, dan Percepatan Distribusi

Untuk menjawab tantangan tersebut, Satgas melakukan audit dan evaluasi menyeluruh di Papua Raya. Sejumlah langkah dilakukan:

Pemetaan titik-titik rawan harga tinggi

Koordinasi dengan Kemenhub untuk menambah trayek Tol Laut, Jembatan Udara, dan jalur transportasi darat

Pembangunan 32 gudang filial untuk daerah non-Bulog, memanfaatkan aset Polri, pemda, KPU, hingga bangunan pinjam pakai masyarakat

Langkah strategis lain dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menyetujui bahwa biaya eksploitasi penyaluran beras SPHP di Papua Raya masuk dalam HPB, sehingga seluruh biaya logistik ditanggung pemerintah.

> “Dengan kebijakan ini, Bulog tidak ragu menyalurkan beras SPHP karena semua biaya distribusi dipenuhi negara,” jelas Ade.

Target 4.634 Ton SPHP di 42 Kabupaten/Kota

Satgas menyiapkan penyaluran 4.634 ton beras SPHP untuk 42 kabupaten/kota di Papua Raya. Operasi distribusi dilakukan melalui multimoda:

Jalur udara untuk wilayah pegunungan seperti Pegunungan Bintang, Nduga, Yahukimo, Intan Jaya

Jalur laut untuk daerah pesisir seperti Kaimana, Teluk Bintuni, Fakfak, Teluk Wondama

Jalur darat di wilayah yang memungkinkan

Hingga 9 Desember 2025, Satgas telah menyalurkan 2.181,5 ton SPHP atau 47,08 persen dari total target. Penyaluran dilakukan bertahap dan serentak untuk memastikan ketersediaan beras menjelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Menjaga Pangan, Menjaga Papua

Brigjen Ade memastikan upaya Satgas tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga pada keterjangkauan dan pemerataan distribusi.

> “Harapannya, seluruh langkah ini benar-benar membantu masyarakat Papua Raya, sekaligus menjaga ketersediaan dan kestabilan harga beras menjelang akhir tahun,” pungkasnya.

( Syamsul Sinambela )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketum SMSI Firdaus dan JAM Intel Kejagung Reda Mathovani Bahas Sinergi Kejagung, ABPEDNAS dan SMSI Sukseskan Jaga Desa dan Jaga Dapur MBG, Perkuat Pengawasan Program Pemerintah
SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional untuk Penguatan Desa dan Publikasi Program Strategis
Semarakkan World Press Freedom Day 2026, SMSI Banten Hadir di Jalan Santai Bersama Insan Pers dan Masyarakat
PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil
Hari Kebebasan Pers Sedunia: Ketum SMSI Firdaus Tegaskan, Mendirikan Perusahaan Pers Adalah Hak Asasi
Bukti Nyata Pelayanan Berbuah Prestasi, PERUMDAM TKR 7 Tahun Konsisten Berprestasi Raih TOP BUMD Awards
Prof. Abdul Latif: PERADI PROFESIONAL Dorong Reformasi PPA dan Pengawas Advokat Independen

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:03 WIB

Masyarakat Rajeg Segera Nikmati Akses Air Bersih, PERUMDAM TKR Wujudkan Pemerataan Layanan di Kabupaten Tangerang

Selasa, 19 Mei 2026 - 06:24 WIB

Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang untuk Minta Uang ke Wali Kota, Oknum Mengaku Wartawan Diamankan

Senin, 18 Mei 2026 - 06:43 WIB

Kasad Tekankan Profesionalisme, Kesiapsiagaan Prajurit dan Efisiensi Energi pada Upacara 17-an di Korem 052/Wkr

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:01 WIB

Kasdam Jaya didampingi Danrem 052/Wkr Hadiri Operasionalisasi 1.061 Koperasi Merah Putih di KMP Ciakar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 04:24 WIB

Catut Nama Ketua PWI Kota Tangerang Pemuda 21 Tahun Minta Bantuan ke Wali Kota Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:05 WIB

Korem 052/Wijayakrama Gelar Sosialisasi Pembuatan Akta Kelahiran bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Legok Kabupaten Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:48 WIB

Sorotan Deviden & LHKPN PDAM TB Dinilai Mulai Kebablasan

Senin, 11 Mei 2026 - 15:13 WIB

Sinergi PWI dan Dindik Kota Tangerang: Hadapi Wartawan Tidak Profesional & Kuatkan Literasi Media

Berita Terbaru

Hukum & Kriminal

Paradigma Baru Organisasi Advokat Indonesi

Selasa, 26 Mei 2026 - 00:46 WIB