JANGAN SAMAKAN KRITIK DENGAN PROVOKASI, DUDUNG: DEMOKRASI HARUS MEMBANGUN BUKAN MERUNTUHKAN

- Staff

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, infobahari.com – Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Namun demikian, masyarakat diminta mampu membedakan antara kritik yang konstruktif dengan tindakan provokasi yang berpotensi memecah persatuan bangsa. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi demonstrasi mahasiswa yang berlangsung di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Menurut Dudung, pemerintah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan kritik terhadap berbagai kebijakan. Kritik dinilai sebagai “napas demokrasi” yang harus diarahkan untuk membangun bangsa, bukan justru meruntuhkan kepercayaan publik atau menciptakan konflik sosial.

“Kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” tegas Dudung.

Pernyataan tersebut muncul di tengah gelombang demonstrasi mahasiswa yang menyuarakan berbagai tuntutan terkait kondisi ekonomi, harga kebutuhan pokok, BBM, serta sejumlah kebijakan pemerintah. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional warga negara selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.

Dudung juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk belajar dari sejarah panjang Indonesia yang pernah menghadapi berbagai konflik dan perpecahan. Menurutnya, persatuan nasional harus tetap menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai perbedaan pandangan politik maupun sosial.

TANGGAPAN MASYARAKAT

Pernyataan Dudung mendapat beragam respons dari masyarakat. Sebagian warga menilai kritik yang disampaikan secara santun dan berbasis fakta memang diperlukan sebagai alat kontrol terhadap jalannya pemerintahan.

“Kalau ada kebijakan yang dirasa kurang tepat, masyarakat berhak menyampaikan kritik. Tapi jangan sampai menyebarkan informasi yang belum tentu benar atau memancing keributan,” ujar Rahmat, warga Jakarta Barat.

Sementara itu, Siti Nurhayati, seorang pelaku UMKM, berharap pemerintah juga mampu menjadikan kritik publik sebagai bahan evaluasi.

“Kritik itu harus didengar karena masyarakat yang merasakan langsung dampak kebijakan. Yang penting penyampaiannya tetap tertib dan tidak anarkis,” katanya.

Di sisi lain, kalangan mahasiswa menegaskan bahwa demonstrasi merupakan bagian dari hak demokrasi yang dijamin undang-undang. Mereka berharap setiap aspirasi yang disampaikan dapat ditindaklanjuti secara nyata oleh pemerintah.

Pengamat sosial menilai perbedaan antara kritik dan provokasi memang harus dipahami seluruh pihak. Kritik bertujuan memberikan masukan untuk perbaikan, sedangkan provokasi cenderung memancing emosi, kebencian, dan konflik yang dapat mengganggu stabilitas sosial.

Dengan demikian, ruang demokrasi yang sehat dapat terus terjaga, di mana masyarakat bebas menyampaikan pendapatnya, sementara persatuan dan ketertiban nasional tetap menjadi prioritas bersama.

Reaksi infobahari.com

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Respons Perubahan Global, Firdaus Intruksikan Anggota SMSI Jadi Pemandu Informasi yang Sehat
Sinergi Hebat! Mitra Media Korem 052/Wkr Sabet Juara I Lomba Karya Jurnalistik TNI AD 2026
ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Ketum SMSI Firdaus dan JAM Intel Kejagung Reda Mathovani Bahas Sinergi Kejagung, ABPEDNAS dan SMSI Sukseskan Jaga Desa dan Jaga Dapur MBG, Perkuat Pengawasan Program Pemerintah
SMSI dan ABPEDNAS Jajaki Kolaborasi Nasional untuk Penguatan Desa dan Publikasi Program Strategis
Semarakkan World Press Freedom Day 2026, SMSI Banten Hadir di Jalan Santai Bersama Insan Pers dan Masyarakat
PWI Pusat dan Mahkamah Agung Bahas Pedoman Media Massa dan Media Sosial Peradilan
Dewan Pers: Jurnalisme Berkualitas Jadi Pilar Masa Depan Damai dan Adil

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 02:40 WIB

Pembangunan SPPG di Jalan Kisamaun Tanpa PBG & Ada Ketidaksesuaian Wilayah, Diduga Kurangi PAD Kota Tangerang

Sabtu, 13 Juni 2026 - 01:06 WIB

Haikal Machpudz: Didukung Penuh, Siap Maju Pimpin PK Golkar Kecamatan Periuk

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:56 WIB

Masuk Gang Permukiman Tanah Tinggi, Kapolres Metro Tangerang Kota Bawa Sembako dan Dengarkan Curhat Warga

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:53 WIB

Warga Minta Satpol PP Tindak Tegas Dugaan Bangunan Tanpa Izin di Jalan H. Abdul Malik

Senin, 8 Juni 2026 - 15:30 WIB

Dinas Lingkungan Hidup kota Tangerang disomasi GMAKS, Ada Apa…?

Senin, 8 Juni 2026 - 15:26 WIB

Tingkatkan Profesionalisme Himpunan JTR Gelar Rapat Persiapan Raker 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:52 WIB

Sinergi Membangun Umat, Karya Bakti Korem 052/Wijayakrama Tuai Apresiasi Sterad

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:49 WIB

Koramil 02/Batuceper Kodim 0506/Tgr Gelar Sosialisasi Penanganan Darurat Sampah bersama Masyarakat

Berita Terbaru