INFOBAHARI.COM , Tangerang – Semangat persatuan dan nasionalisme mengalir kuat dalam Dialog Kebangsaan yang digelar bersama para pemuda Mathla’ul Anwar (MA), Minggu (30/11). Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Maryono mengapresiasi inisiatif Mathla’ul Anwar yang secara konsisten menghadirkan ruang dialog bagi generasi muda.
> “Dialog ini menunjukkan kontribusi nyata pemuda Mathla’ul Anwar dalam pembangunan Kota Tangerang. Pemuda harus menjadi lokomotif kemajuan,” ujar Maryono.
Ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus selaras dengan program nasional, termasuk penguatan Program Anak Kita, yang kini semakin diperluas untuk mendukung pembentukan Generasi Emas 2045.
> “Langkah menuju Indonesia Emas tidak bisa ditunda. Kita harus mulai sekarang, dari diri sendiri, dari lingkungan terdekat,” tegasnya.
Selain itu, Maryono mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila, memperkuat persatuan, dan menghilangkan sekat organisasi di antara pemuda.
> “Tak perlu lihat latar belakang organisasi. Kita semua anak bangsa, tugasnya bersama-sama menjaga harmoni dan memajukan Indonesia,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Maryono juga menyampaikan perkembangan pembangunan Grand El Hajj, fasilitas layanan haji yang akan menjadi pusat mobilitas jemaah haji Banten mulai 2026. Kawasan ini digarap sebagai pusat pelayanan modern yang lebih cepat, nyaman, dan terintegrasi.
> “Harapannya, Grand El Hajj bukan hanya mempermudah pelayanan haji, tapi juga ikut menggerakkan ekonomi daerah,” ujarnya.
Beberapa peserta dialog memberikan respons positif terhadap kegiatan yang dinilai inspiratif dan relevan dengan kebutuhan pemuda masa kini.
Rizky (21), Mahasiswa asal Pinang, mengaku kegiatan tersebut membuka wawasan baru.
> “Jarang ada dialog yang benar-benar mengajak pemuda bicara soal kebangsaan secara mendalam. Saya jadi lebih paham peran pemuda ke depan.”
Siti Nurlela (19), Pelajar dan anggota organisasi pemuda MA, menilai pentingnya ruang diskusi seperti ini untuk memperkuat karakter generasi muda.
> “Acara ini bikin kami merasa dilibatkan. Pemuda itu butuh didengar, dan lewat dialog seperti ini semangat persatuan bisa makin kuat.”
Fauzan (24), Warga Cipondoh, menyebut dialog kebangsaan ini relevan di tengah maraknya isu polarisasi.
> “Menurut saya ini penting banget, apalagi jelang tahun politik. Pemuda harus jadi peneduh, bukan memperkeruh.”
Dialog Kebangsaan bersama Mathla’ul Anwar ini diharapkan menjadi salah satu gerakan kolektif pemuda Tangerang menuju Indonesia yang lebih solid, inklusif, dan maju.
( Mela )












