INFOBAHARI.COM , Tangerang – Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono Hasan, menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah (kepsek) merupakan motor penggerak utama dalam mewujudkan sekolah yang unggul dan berkualitas. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Pelatihan Strategis Peningkatan Kompetensi Pendidik yang digelar oleh BKPSDM Kota Tangerang bekerja sama dengan BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata (Bispar) Depok, Senin (20/10 ).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 68 peserta, terdiri dari 34 kepala sekolah SD dalam Pelatihan Kolaborasi dan Kemitraan serta 34 guru SMP dalam Pelatihan Penyusunan Modul Ajar dan Instrumen Asesmen Autentik.
Dalam sambutannya, Maryono menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam dunia pendidikan modern.
> “Pemerintah terus berupaya menggali potensi tenaga pendidik. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir guru dan kepala sekolah yang semakin unggul serta siswa yang tangguh menghadapi tantangan zaman,” ujar Maryono.
Ia menambahkan, peran kepala sekolah dan guru tidak hanya terbatas pada pengajaran, tetapi juga pada kepemimpinan dan kemitraan yang mendorong terciptanya lingkungan belajar yang inspiratif.
> “Kepala sekolah dan guru harus mampu membangun jejaring, bekerja sama dengan berbagai pihak, dan berinovasi. Dari sinilah lahir sekolah yang menginspirasi,” tambahnya.
Maryono juga berharap agar hasil pelatihan dapat diterapkan langsung dalam proses belajar mengajar, sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di Kota Tangerang.
> “Mari jadikan kolaborasi sebagai budaya di setiap sekolah. Dengan kerja sama dan semangat berbagi, kita bisa mewujudkan pendidikan yang lebih maju dan menginspirasi,” tutupnya.
Sementara itu, Siti Nurjanah, Kepala SDN Cimone 5 yang menjadi peserta pelatihan, menyampaikan apresiasinya atas komitmen Pemkot Tangerang dalam mendukung peningkatan kapasitas pendidik.
> “Pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan kami di sekolah. Kami mendapat banyak ilmu baru tentang cara membangun kemitraan dan menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif,” ungkap Siti.
Hal senada disampaikan oleh Fajar Santoso, guru SMPN 12 Tangerang, yang menilai pelatihan ini menjadi momentum penting bagi guru untuk memperbarui pendekatan pembelajaran.
> “Kami diajak berpikir lebih kreatif dalam menyusun modul ajar dan melakukan asesmen yang autentik. Ini sangat membantu kami agar proses belajar lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa,” ujar Fajar.
Dengan pelatihan ini, Pemerintah Kota Tangerang berharap dapat terus melahirkan tenaga pendidik yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, guna mewujudkan visi pendidikan yang berkualitas dan berkarakter di Kota Tangerang. ( Syamsul )












