INFOBAHARI.COM, BANTEN — Suasana khidmat dan sarat nilai spiritual menyelimuti pembukaan agenda Ekspedisi Budaya dan Sejarah Banten dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Bertempat di kawasan bersejarah Banten Lama, pimpinan Pondok Pesantren Manba’ul ‘Ulum Kasuren, KH Aby Muluk, memimpin doa bersama untuk keselamatan dan kesuksesan insan pers nasional, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan bertema “Merajut Akar Peradaban, Situs Budaya Daerah, Dari Banten Untuk Indonesia Emas 2045” tersebut menjadi momentum spiritual sebelum para delegasi memulai perjalanan napak tilas sejarah Kesultanan Banten.
Doa bersama berlangsung di hadapan Sultan Banten ke-18, RtB. Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat Drs. Firdaus, M.Si., serta Ketua SMSI Banten Lesman Bangun, bersama ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam tausiyah singkatnya, KH Aby Muluk menegaskan bahwa kebesaran Banten tidak dapat dilepaskan dari nilai religiusitas yang menjadi fondasi peradaban sejak masa kesultanan hingga kini.
Menurutnya, sejarah Banten menunjukkan bagaimana spiritualitas dan perjuangan berjalan beriringan dalam membangun kejayaan daerah.
“Insyaallah, apapun kalau kita berangkat dari Banten akan menjadi besar. Nama Banten menggaung hingga dunia karena kekuatan religiusnya,” ujar KH Aby Muluk dalam suasana penuh kekhidmatan.
Ia juga memanjatkan doa khusus bagi keluarga besar SMSI se-Nusantara agar terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta bangsa Indonesia.
Doa tersebut diamini oleh seluruh peserta yang hadir dengan penuh harap.
“Ya Allah, selamatkan SMSI, besarkan SMSI, berikan manfaat bagi SMSI, dan bangun terus SMSI dengan keberkahan dan rida-Mu,” ucapnya.
Doa bersama ini menjadi penanda dimulainya rangkaian ekspedisi budaya yang akan mengunjungi berbagai situs bersejarah di kawasan Banten Lama, di antaranya Benteng Surosowan, Makam Sultan Maulana Hasanuddin, hingga Vihara Avalokitesvara sebagai simbol toleransi lintas budaya dan agama.
Nuansa religi yang kuat di awal kegiatan diharapkan menjadi pondasi moral bagi para pelaku media siber dalam menjalankan peran jurnalistik yang berintegritas, sekaligus mengawal narasi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
( Red )












