INFOBAHARI.COM, KOTA TANGERANG — Menjelang datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, ratusan jemaah memadati Masjid Agung Al-Ittihad dalam kegiatan Ruwahan Agung dan Haul Akbar yang berlangsung khusyuk pada Sabtu (14/02/2026).
Tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat ini menjadi momentum penguatan spiritual sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Tangerang, Sachrudin, bersama jajaran pimpinan tinggi Pemerintah Kota Tangerang, tokoh agama, para santri, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Suasana religius terasa sejak awal acara dengan rangkaian doa bersama, pembacaan tahlil, hingga tausiyah yang mengajak jemaah mempersiapkan diri menyambut Ramadan dengan hati yang bersih.
Dalam sambutannya, Sachrudin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tangerang dalam mendukung kegiatan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat yang seimbang antara aspek fisik dan spiritual.
“Melalui kegiatan Ruwahan Agung dan Haul Akbar ini, Pemkot Tangerang ingin memastikan bahwa pembangunan kota berjalan seiring dengan penguatan nilai keimanan, kepedulian sosial, dan persaudaraan antarwarga,” ujar Sachrudin.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum bulan Sya’ban sebagai waktu untuk introspeksi diri, membersihkan hati, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
“Selain mendoakan para leluhur dan tokoh pendahulu, mari kita jadikan momentum ini untuk saling memaafkan dan menyatukan hati. Agar Ramadan kita sambut dengan jiwa yang tenang, hati yang bersih, dan niat yang lurus karena Allah SWT,” pesannya.
Menurutnya, Ruwahan Agung merupakan jembatan spiritual antara generasi masa kini dengan para pendahulu, sementara Haul Akbar menjadi sarana refleksi atas jasa para tokoh yang telah berkontribusi dalam perkembangan Masjid Agung Al-Ittihad sebagai pusat syiar Islam dan kebersamaan umat di Kota Tangerang.
“Pemkot Tangerang memandang tradisi ini sebagai bagian penting dalam menjaga identitas kota yang berakhlakul karimah dan menjunjung tinggi nilai kebersamaan,” ungkapnya.
Menjelang Hari Ulang Tahun ke-33 Kota Tangerang, Sachrudin juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kerukunan antarumat beragama demi mewujudkan kota yang harmonis dan berkelanjutan.
“Menyongsong HUT ke-33 Kota Tangerang, mari kita perkuat kedewasaan spiritual dan persaudaraan warga. Dengan kebersamaan dan nilai keimanan yang kuat, insyaallah Kota Tangerang akan semakin maju dan bermartabat,” pungkasnya.
Tradisi yang Menenangkan dan Menyatukan
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya jemaah yang hadir sejak awal kegiatan. Nurhayati (52), warga Batuceper, mengaku kegiatan Ruwahan Agung selalu menjadi momen yang dinantikan setiap menjelang Ramadan.
“Kegiatan seperti ini membuat hati lebih tenang. Doa bersama dan tausiyahnya mengingatkan kami untuk lebih siap menyambut Ramadan secara spiritual,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rizki Maulana (28), jemaah asal Karawaci, yang menilai tradisi haul dan ruwahan tidak hanya memperkuat iman, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Selain ibadah, kita juga bisa bertemu banyak orang dan memperkuat silaturahmi. Ini tradisi yang harus terus dijaga,” katanya.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai spiritual yang kuat, Ruwahan Agung dan Haul Akbar di Masjid Agung Al-Ittihad menjadi pengingat bahwa tradisi keagamaan tetap memiliki peran penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat keimanan masyarakat menjelang bulan suci Ramadan.
( Syamsul Sinambela )












