INFOBAHARI.COM , KOTA TANGERANG — Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi M.Si, mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang agar lebih serius merumuskan kebijakan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Menurutnya, target kenaikan PAD yang direncanakan masih belum sebanding dengan tantangan ekonomi dan kebutuhan pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Rusdi saat menjadi pembicara pertama dalam Forum RKPD 2027 yang digelar di Aula Al Amanah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (21/01/2026).
Rusdi menyoroti rencana Pemkot Tangerang yang tengah mendorong konsep Aerotropolis, namun belum diimbangi dengan strategi fiskal yang kuat. Ia menyebut, kenaikan target PAD hanya sebesar Rp100 miliar dari tahun sebelumnya.
“PAD tahun 2026 sebesar Rp3,2 triliun, sementara di tahun 2027 hanya naik menjadi Rp3,3 triliun. Artinya, hanya ada penambahan Rp100 miliar. Ini perlu menjadi perhatian serius,” ujarnya.
Ia menegaskan, kondisi inflasi yang terus terjadi berdampak langsung pada kenaikan harga barang dan jasa.
Sementara itu, kebutuhan dan program pembangunan Pemkot semakin banyak, namun kemampuan pendapatan daerah masih stagnan.
Dalam pandangannya, sebagian besar PAD saat ini masih terserap untuk pemenuhan kebutuhan dasar, seperti sektor kesehatan dan pendidikan.
Akibatnya, alokasi anggaran untuk penguatan sektor ekonomi, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dinilai masih sangat minim.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Saat pandemi Covid-19, sektor ini terbukti mampu bertahan dan menopang ekonomi warga.
Tapi anggaran untuk UMKM justru sangat kecil, hanya sekitar Rp100 miliar,” tegasnya.
Rusdi bahkan mempertanyakan arah kebijakan pembangunan Kota Tangerang ke depan. Ia mengajak Pemkot untuk berpikir lebih strategis antara pemenuhan kebutuhan dasar dengan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Apakah lebih baik kebutuhan dasar mudah terpenuhi tapi daya beli lemah, atau masyarakat mandiri dengan pendapatan yang meningkat?” katanya.
“Kalau pendapatan warga meningkat, mereka akan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri,” sambung Rusdi.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tangerang H. Sachrudin menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan Ketua DPRD.
Ia menegaskan bahwa Forum RKPD merupakan ruang terbuka untuk diskusi dan partisipasi publik.
“Kami sangat berterima kasih atas ide dan masukan yang disampaikan. Silakan seluruh peserta menuangkan gagasan dan usulan dalam lembar yang sudah disediakan,” ujar Sachrudin.
Menurutnya, seluruh masukan yang dihimpun dalam forum ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penentuan arah kebijakan pembangunan dan pelayanan Pemkot Tangerang pada tahun 2027.
“Semua usulan di forum ini akan menjadi acuan kami dalam menyusun kebijakan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sachrudin juga menegaskan komitmen Pemkot Tangerang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan program 3G, yakni Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako.
“Dengan 3G ini, insya Allah masyarakat Kota Tangerang bisa semakin sejahtera,” tukasnya.
Forum RKPD 2027 tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari BPS Pusat, BPS Provinsi Banten, dan BPS Kota Tangerang.
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Hj. Yetty Rohaeti, selaku tuan rumah acara, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme dan partisipasi para peserta.
“Semoga konsultasi publik ini menghasilkan keputusan terbaik bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran kepala OPD dan camat se-Kota Tangerang, perwakilan akademisi, komunitas anak dan remaja, penyandang disabilitas, Karang Taruna, serta insan pers.
( Tim JTR )












