1.000 Pelajar Kota Tangerang Deklarasi Anti Tawuran, Sachrudin: Prestasi Lebih Mulia dari Kekerasan

- Staff

Senin, 24 November 2025 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM , TANGERANG — Sebanyak 1.000 pelajar dari berbagai sekolah di Kota Tangerang mengikuti Deklarasi Pelajar Anti Tawuran yang dirangkaikan dengan kegiatan Pembinaan Profil Pelajar Pancasila di Lapangan Yonif Mekanis 203/AK, Kecamatan Jatiuwung, Senin (24/11 ).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin dan diikuti oleh 400 siswa SMP, 300 siswa SMA, serta 300 siswa SMK. Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, damai, dan berorientasi pada prestasi.

Dalam sambutannya, Sachrudin menegaskan, sudah saatnya pelajar meninggalkan budaya tawuran dan menggantinya dengan semangat kompetisi positif.

> “Ingatlah, kehebatan pelajar bukan diukur dari keberanian bertarung, tetapi dari prestasi, karya, dan manfaat yang dapat diberikan bagi lingkungan, bangsa, dan masa depan,” ujar Sachrudin.

Ia juga mengajak seluruh pelajar untuk menghentikan permusuhan antar sekolah, menjaga nama baik almamater, serta menjadi teladan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

> “Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata menanamkan nilai perdamaian, persaudaraan, dan memperkuat jati diri pelajar berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya.

Suara Pelajar: Ingin Sekolah Aman dan Membanggakan

Deklarasi ini disambut antusias oleh para siswa. Mereka mengaku ingin perubahan nyata dalam iklim pergaulan pelajar di Kota Tangerang.

> “Kami ingin sekolah jadi tempat yang aman dan nyaman, bukan tempat untuk pamer geng atau kekerasan. Lebih baik fokus ke lomba dan prestasi,” kata Rizky Ramadhan (16), siswa SMA di Kecamatan Karawaci.

Hal senada diungkapkan Nabila Azzahra (15), siswi SMP Negeri di Jatiuwung.

> “Tawuran itu cuma bikin malu orang tua dan sekolah. Kami ingin dikenal karena prestasi, bukan karena keributan,” ujarnya.

Masyarakat Apresiasi Langkah Pemkot

Dukungan juga datang dari masyarakat sekitar. Mereka menilai deklarasi ini sebagai langkah penting menyelamatkan generasi muda dari budaya kekerasan.

> “Saya sebagai orang tua merasa lega. Anak-anak sekarang perlu diarahkan ke hal positif. Program seperti ini harus rutin dilakukan,” ujar Herman (47), warga Jatiuwung yang turut menyaksikan kegiatan.

Sementara itu, Siti Aminah (39), warga Periuk, berharap deklarasi ini tidak berhenti sebagai simbol semata.

> “Yang terpenting adalah pengawasan dan pembinaan berkelanjutan. Jangan hanya hari ini ramai, besok kembali tawuran lagi,” katanya.

Pendidikan Karakter Jadi Kunci

Sachrudin menjelaskan, kegiatan ini sejalan dengan implementasi Kurikulum Merdeka, yang menekankan pembentukan karakter melalui enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, serta kreatif.

> “Melalui pendekatan ini, pelajar tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar membangun empati, menghargai perbedaan, dan mengembangkan kreativitas untuk masa depan,” jelasnya.

Pemkot Tangerang, lanjut Sachrudin, berkomitmen menyediakan ruang ekspresi positif bagi pelajar melalui kegiatan seni, budaya, olahraga, literasi, hingga penguatan karakter di sekolah dan lingkungan.

Harapan untuk Masa Depan

Deklarasi anti tawuran ini diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama oleh perwakilan pelajar, guru, dan pemerintah, sebagai simbol keseriusan menciptakan generasi Tangerang yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Kota Tangerang berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan menjadi agen perdamaian di lingkungan sekitarnya.

( Mela )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sertijab Pejabat Staf Korem 052/Wijayakrama, Danrem Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas Pengabdian
Hari Hutan Nasional, Korem 052/Wijayakrama Tanam 2.000 Pohon Sebagai “Kado untuk Indonesia”
Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Perkuat Sinergi Bersama Sabuk Kamtibmas, Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Keamanan
PWI Kota Tangerang Serahkan SK ke Kesbangpol, Wawan Fauzi: Peran Media Bisa Berdampak Besar hingga Fatal
SKANDAL PROYEK IPAL TPA RAWA KUCING: NURCHOLIS SALMAN TEGAS TIDAK PERNAH MEMBERI IZIN, LISENSI PALSU LOLOS SAAT WAWAN FAUZI MENJABAT — DIA BUNGKAM SAAT DITANYA!
DPMPD Terima Pengaduan JTR Terkait Dugaan Anak Kades Jadi Kaur Keuangan
Jurnalis Diduga Diintimidasi di FIF Tangcity, PWI dan JTR: “Ini Ancaman Serius Kebebasan Pers”
Diduga Ada “Setoran Harian” PKL di Kota Tangerang, Aliran Dana Bayangan di Balik Penertiban?

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pengukuhan Pengurus Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Dihadiri Gubernur dan Wamenhaj Dahnil

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:13 WIB

Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:09 WIB

SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:37 WIB

Anak Semata Wayang Jadi Kebanggaan Keluarga, Sofyan Dikha Rahman Ukir Prestasi Gemilang Di UNIMED

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:41 WIB

Perkuat Sinergi Berantas Narkoba, DPD Pemuda Batak Bersatu Banten Audiensi dengan BNNP Banten, Siapkan Penandatanganan MoU

Berita Terbaru