Oknum Guru Cabul Gentayangan, Warga Desak Wali Kota Turun Tangan.

- Staff

Kamis, 4 Desember 2025 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM , Kota Tangerang — Kasus dugaan guru cabul kembali mencoreng dunia pendidikan Kota Tangerang. Setelah insiden yang mengguncang SMPN 23, kini dugaan serupa kembali terjadi di SMPN 19. Dua kasus dalam waktu berdekatan membuat publik geram dan mempertanyakan kinerja pengawasan sekolah serta ketegasan Dinas Pendidikan.

Pemerhati sosial, Puji Rahman Hakim, menilai peristiwa ini menunjukkan adanya kegagalan sistemik dalam pengawasan dan pembinaan tenaga pendidik.

“Terjadinya dua kasus dalam waktu berdekatan menunjukkan pengawasan tidak berjalan ketat. Ini perlu disikapi dengan langkah langsung, bukan sekadar pernyataan,” ujar Puji saat dihubungi, Kamis (4/12).

Desak Evaluasi Total hingga Mutasi Pejabat Sekolah

Puji meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi keras terhadap sistem pengawasan sekolah. Menurutnya, perbaikan harus menyeluruh—bukan hanya klarifikasi atau laporan administratif.

“Semua celah harus diperiksa ulang. Apa yang kurang, siapa yang tidak menjalankan tugas, semuanya harus jelas,” tegasnya.

Ia bahkan menilai bahwa mutasi kepala sekolah maupun pejabat terkait bisa menjadi langkah yang harus dipertimbangkan.

“Jika dibutuhkan, mutasi kepala sekolah dan kabid terkait perlu dilakukan. Mutasi adalah bagian dari tanggung jawab manajerial agar pengawasan bisa berjalan lebih baik,” katanya.

Pengawas Sekolah Disorot: Jangan Cuma ‘Ngopi Lalu Pulang’

Puji juga mengkritik keras sebagian pengawas sekolah yang disebut tidak menjalankan fungsinya dengan benar.

“Pengawas sekolah harus benar-benar bekerja. Jangan datang hanya untuk formalitas, duduk sebentar, ngopi lalu pulang. Sekolah membutuhkan pengawas yang aktif, bukan sekadar hadir cari uang transport,” ucapnya.

Ia menilai lemahnya pengawasan membuka celah terjadinya kekerasan dan pelecehan terhadap peserta didik.

Wali Kota Did-Desak Hadir di Barisan Depan

Puji menilai Plt Kadisdik belum menunjukkan kontrol penuh terhadap situasi yang berkembang. Karena itu, ia mendesak Wali Kota Tangerang untuk turun tangan langsung.

“Masalah yang melibatkan anak membutuhkan keputusan yang pasti. Wali Kota perlu turun tangan karena Plt Kadisdik belum menunjukkan kemampuan mengendalikan kondisi,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Wali Kota sebagai pengambil kebijakan tertinggi akan membantu memulihkan kepercayaan publik.

Program Preventif Harus Masuk ke Rumah, Bukan Sekadar ke Sekolah

Selain penindakan, Puji menegaskan pentingnya langkah preventif yang konkret dan melibatkan banyak pihak, terutama orang tua.

“Sekolah harus melibatkan orang tua dalam kegiatan preventif, seperti penyuluhan, forum komunikasi, dan pengawasan bersama. Keamanan anak itu tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Ia juga meminta penguatan pengawasan melekat, peningkatan kehadiran pengawas pendidikan di sekolah, respons cepat terhadap setiap laporan, serta pendampingan psikologis bagi siswa yang terdampak.

“Prosedur penanganan harus jelas. Setiap laporan harus direspons saat itu juga,” tegasnya.

Puji menutup dengan mengingatkan bahwa keselamatan siswa adalah hal yang tidak bisa ditawar.

“Turun tangannya Wali Kota, langkah tegas, perbaikan sistem pengawasan, dan keterlibatan orang tua merupakan kombinasi solusi paling relevan untuk mengembalikan rasa aman di lingkungan sekolah dan memulihkan kepercayaan masyarakat,” tutupnya.

( Mela )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Korem 052/Wijayakrama Gelar Sosialisasi Pembuatan Akta Kelahiran bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Legok Kabupaten Tangerang
Sorotan Deviden & LHKPN PDAM TB Dinilai Mulai Kebablasan
Sinergi PWI dan Dindik Kota Tangerang: Hadapi Wartawan Tidak Profesional & Kuatkan Literasi Media
Musda Perdana PBB Banten, Todo Nainggolan Resmi Nahkodai DPD Periode 2026–2031
Jumat Keliling Kapolres Gandeng Forkopimda di Masjid Al Mubarok, Bahas Kenakalan Remaja dan Kamtibmas
Penganiayaan di Pasar Malabar, Anak Rentenir Dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota
Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi di Sunter Agung
Kasus Poniman Memanas, Polisi Bergerak Cepat Respons Laporan Korban

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:05 WIB

Korem 052/Wijayakrama Gelar Sosialisasi Pembuatan Akta Kelahiran bagi Anak Yatim dan Dhuafa di Legok Kabupaten Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:48 WIB

Sorotan Deviden & LHKPN PDAM TB Dinilai Mulai Kebablasan

Senin, 11 Mei 2026 - 15:13 WIB

Sinergi PWI dan Dindik Kota Tangerang: Hadapi Wartawan Tidak Profesional & Kuatkan Literasi Media

Senin, 11 Mei 2026 - 05:29 WIB

Musda Perdana PBB Banten, Todo Nainggolan Resmi Nahkodai DPD Periode 2026–2031

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:54 WIB

Penganiayaan di Pasar Malabar, Anak Rentenir Dilaporkan ke Polres Metro Tangerang Kota

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:50 WIB

Pangdam Jaya Resmikan Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi di Sunter Agung

Kamis, 7 Mei 2026 - 00:57 WIB

Kasus Poniman Memanas, Polisi Bergerak Cepat Respons Laporan Korban

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:26 WIB

Korem 052/Wijayakrama Gelar Tes Kesamaptaan Jasmani Periodik I Tahun 2026

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Sorotan Deviden & LHKPN PDAM TB Dinilai Mulai Kebablasan

Rabu, 13 Mei 2026 - 06:48 WIB