Kota Tangerang | infobahari.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menegaskan komitmennya dalam memperkuat kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, saat membuka Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RPKD) Kota Tangerang Tahun 2025–2029, Kamis (29/1/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, ini menjadi forum konsolidasi lintas perangkat daerah serta pemangku kepentingan untuk menyamakan persepsi, memperkuat basis data, dan menyelaraskan program penanggulangan kemiskinan agar lebih tepat sasaran dalam lima tahun ke depan.
Dalam arahannya, Sachrudin menekankan bahwa keberhasilan kebijakan pengentasan kemiskinan sangat ditentukan oleh perencanaan berbasis data aktual serta kolaborasi lintas sektor.
“RPKD bukan sekadar dokumen administratif, tetapi panduan strategis yang akan menentukan arah kebijakan dan intervensi pemerintah daerah. Karena itu, penyusunannya harus ditopang oleh data yang valid dan kerja sama seluruh pihak,” tegas Sachrudin.
Ia menjelaskan, persoalan kemiskinan memiliki kompleksitas tinggi sehingga membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan, hingga perlindungan sosial.
Sachrudin juga menekankan pentingnya menjaga kesinambungan berbagai program yang telah berjalan agar tetap relevan dengan kebutuhan riil masyarakat.
Sejumlah program strategis seperti Beasiswa Tangerang Cerdas, pelatihan dan peningkatan kompetensi tenaga kerja, penguatan usaha mikro, hingga Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dinilai perlu terus dikawal secara berkelanjutan.
“Fokus kita bukan hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi memastikan masyarakat memiliki akses dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan Program 3G—Gampang Kerja, Gampang Sekolah, dan Gampang Sembako—sebagai instrumen utama pembangunan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui workshop ini, Sachrudin berharap terbangun komitmen bersama antarperangkat daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menghadirkan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan.
“Dengan perencanaan yang matang, berbasis data, serta kolaborasi yang kuat, saya yakin upaya penanggulangan kemiskinan di Kota Tangerang dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
( Syamsul Sinambela )












