Hanya Mau Hemat Biaya? Proyek Fiber Optic di Jalan Buroq Rusak Jalan dan Picu Lumpur Pekat

- Staff

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM, TANGERANG, BANTEN – Proyek pemasangan jaringan fiber optic yang diklaim untuk meningkatkan layanan digital di kawasan Simpang Pintu Masuk Jalan Pembangunan 1, Jalan Buroq, justru menuai sorotan tajam dari warga. Bukannya membawa manfaat, pekerjaan tersebut diduga merusak badan jalan dan memicu genangan lumpur pekat setiap kali hujan turun.

Berdasarkan pantauan warga pada Selasa (24/02/2026), bekas galian proyek tidak ditimbun menggunakan material baru sebagaimana standar pekerjaan infrastruktur. Pihak pelaksana disebut hanya memanfaatkan kembali tanah lumpur hasil galian untuk menutup lubang, tanpa penambahan tanah urug yang layak.

Akibatnya, permukaan jalan kini bergelombang, licin, dan rawan kecelakaan. Saat hujan turun, lokasi berubah menjadi kubangan lumpur yang membahayakan pengendara maupun pejalan kaki.

“Kita bukan menolak pembangunan. Tapi ini bukan cara kerja yang benar! Mereka tidak mau keluar biaya beli tanah baru untuk timbunan, malah pakai lumpur bekas galian. Sekarang kalau hujan, jalan langsung jadi lumpur pekat. Sudah ada kendaraan tergelincir, bahkan anak-anak sekolah hampir jatuh,” keluh seorang pedagang warung di sekitar lokasi yang enggan disebutkan namanya.

Minim Sosialisasi dan Tanpa Papan Proyek
Warga juga mengaku tidak pernah menerima sosialisasi terkait proyek tersebut. Tidak terlihat adanya papan informasi proyek yang mencantumkan nama perusahaan pelaksana, nilai anggaran, maupun durasi pekerjaan.

“Kita cuma lihat mereka datang, gali jalan, lalu timbun lagi pakai tanah yang sama. Tidak ada tanah baru sama sekali. Sekarang jalannya rusak, tapi tidak jelas siapa yang bertanggung jawab,” ujar Supriyanto (38), warga yang tinggal di gang belakang lokasi proyek.

Selain merusak jalan, material galian yang sempat menumpuk di bahu jalan juga mempersempit lajur lalu lintas dan menghambat mobilitas ribuan pengguna jalan setiap harinya. Pengamanan proyek pun dinilai sangat minim, hanya menggunakan pita kuning yang sebagian sudah terlepas.

Warga Desak PUPR Turun Tangan
Tokoh masyarakat setempat, Agus Salim, mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tangerang segera melakukan pengecekan lapangan serta menelusuri legalitas proyek tersebut.

“Kami minta PUPR Kota Tangerang segera periksa izin dan pengawasannya. Kalau tidak ada izin, hentikan! Kalau ada izin, tetap harus diberi sanksi karena pengerjaannya tidak sesuai standar dan merusak fasilitas umum. Jangan mau hemat biaya tapi korbankan keselamatan warga,” tegasnya.

Warga menilai persoalan ini bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi sudah menyangkut keselamatan publik. Jalan yang rusak dan berlumpur berpotensi menyebabkan kecelakaan, terlebih di jam sibuk saat aktivitas masyarakat meningkat.

Jika tidak segera ditindaklanjuti, proyek semacam ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi pembangunan infrastruktur lainnya di wilayah Kota Tangerang.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait. Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan inspeksi dan memastikan perbaikan jalan dilakukan sesuai standar teknis agar tidak terus membahayakan pengguna jalan.

(Tim Redaksi infobahari.com)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sertijab Pejabat Staf Korem 052/Wijayakrama, Danrem Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas Pengabdian
Hari Hutan Nasional, Korem 052/Wijayakrama Tanam 2.000 Pohon Sebagai “Kado untuk Indonesia”
Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Perkuat Sinergi Bersama Sabuk Kamtibmas, Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Keamanan
PWI Kota Tangerang Serahkan SK ke Kesbangpol, Wawan Fauzi: Peran Media Bisa Berdampak Besar hingga Fatal
SKANDAL PROYEK IPAL TPA RAWA KUCING: NURCHOLIS SALMAN TEGAS TIDAK PERNAH MEMBERI IZIN, LISENSI PALSU LOLOS SAAT WAWAN FAUZI MENJABAT — DIA BUNGKAM SAAT DITANYA!
DPMPD Terima Pengaduan JTR Terkait Dugaan Anak Kades Jadi Kaur Keuangan
Jurnalis Diduga Diintimidasi di FIF Tangcity, PWI dan JTR: “Ini Ancaman Serius Kebebasan Pers”
Diduga Ada “Setoran Harian” PKL di Kota Tangerang, Aliran Dana Bayangan di Balik Penertiban?

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pengukuhan Pengurus Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Dihadiri Gubernur dan Wamenhaj Dahnil

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:13 WIB

Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:09 WIB

SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:37 WIB

Anak Semata Wayang Jadi Kebanggaan Keluarga, Sofyan Dikha Rahman Ukir Prestasi Gemilang Di UNIMED

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:41 WIB

Perkuat Sinergi Berantas Narkoba, DPD Pemuda Batak Bersatu Banten Audiensi dengan BNNP Banten, Siapkan Penandatanganan MoU

Berita Terbaru