Ambisi Aerotropolis Menggebu, Warga Sindir: Pemkot Lagi Mimpi Basah?

- Staff

Rabu, 8 April 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM, TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang tengah menggarap rencana besar mengubah wilayahnya menjadi aerotropolis, sebuah konsep kota yang bertumpu pada bandara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Di tengah ambisi tersebut, kritik mulai bermunculan dari warga yang menilai kondisi dasar kota belum sepenuhnya tertangani.

Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, , menegaskan bahwa pengembangan aerotropolis harus ditopang sistem transportasi yang terintegrasi.

“Kita harus membuat pusat kegiatan agar penumpang singgah di Kota Tangerang sebelum melanjutkan ke tujuan. Manfaatnya harus luas bagi masyarakat Kota Tangerang,” ujarnya dalam paparan di Tangerang, 7 April 2026.

Ia menekankan, selama ini Kota Tangerang masih cenderung menjadi wilayah lintasan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Padahal, potensi ekonomi dari aktivitas bandara dinilai cukup besar jika mampu dikelola dengan baik.

Namun di lapangan, berbagai persoalan masih terlihat. Akses menuju bandara belum merata, kemacetan di jalur utama kerap terjadi, dan konektivitas antar moda transportasi belum optimal.

Selain itu, kawasan di sekitar bandara juga dinilai berkembang tanpa perencanaan yang matang.

Risal menambahkan, pengembangan aerotropolis membutuhkan integrasi menyeluruh.

“Integrasi ini mencakup fisik, layanan, hingga sistem pembayaran tarif antarmoda yang terpadu,” jelasnya.

Sebagai bagian dari strategi, pemerintah mendorong pengembangan kawasan berbasis transit yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi, sekaligus menghadirkan pusat kegiatan ekonomi seperti UMKM dan kawasan bisnis di sekitar bandara.

Sementara itu, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang menyebut potensi ekonomi dari keberadaan bandara sangat besar, namun kontribusinya terhadap daerah masih belum optimal.

“Bandara tidak bisa berdiri sendiri, ia butuh kota yang mendukungnya,” demikian tertulis dalam dokumen rencana.

Di sisi lain, warga menyuarakan kekhawatiran. Mereka menilai rencana besar tersebut belum sejalan dengan kondisi infrastruktur dasar yang masih bermasalah.

“Kalau jalan di lingkungan saja masih banyak yang rusak, banjir juga belum selesai tiap musim hujan, sekarang bicara aerotropolis. Ini seperti mimpi basah saja,” ujar Heru Abdillah seorang aktifis sekaligus penggiat sosial yang sengaja menghadiri kegiatan tersebut kendati tidak mendapatkan undangan secara resmi.

Heru berharap pemerintah lebih memprioritaskan kebutuhan mendasar.

“Perbaiki dulu jalan, atasi banjir. Itu yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Dengan kondisi tersebut, rencana pengembangan aerotropolis di Kota Tangerang menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan berjalan seimbang antara ambisi besar dan kebutuhan nyata warga. ( Red )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sertijab Pejabat Staf Korem 052/Wijayakrama, Danrem Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas Pengabdian
Hari Hutan Nasional, Korem 052/Wijayakrama Tanam 2.000 Pohon Sebagai “Kado untuk Indonesia”
Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Perkuat Sinergi Bersama Sabuk Kamtibmas, Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Keamanan
PWI Kota Tangerang Serahkan SK ke Kesbangpol, Wawan Fauzi: Peran Media Bisa Berdampak Besar hingga Fatal
SKANDAL PROYEK IPAL TPA RAWA KUCING: NURCHOLIS SALMAN TEGAS TIDAK PERNAH MEMBERI IZIN, LISENSI PALSU LOLOS SAAT WAWAN FAUZI MENJABAT — DIA BUNGKAM SAAT DITANYA!
DPMPD Terima Pengaduan JTR Terkait Dugaan Anak Kades Jadi Kaur Keuangan
Jurnalis Diduga Diintimidasi di FIF Tangcity, PWI dan JTR: “Ini Ancaman Serius Kebebasan Pers”
Diduga Ada “Setoran Harian” PKL di Kota Tangerang, Aliran Dana Bayangan di Balik Penertiban?

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pengukuhan Pengurus Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Dihadiri Gubernur dan Wamenhaj Dahnil

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:13 WIB

Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:09 WIB

SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:37 WIB

Anak Semata Wayang Jadi Kebanggaan Keluarga, Sofyan Dikha Rahman Ukir Prestasi Gemilang Di UNIMED

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:41 WIB

Perkuat Sinergi Berantas Narkoba, DPD Pemuda Batak Bersatu Banten Audiensi dengan BNNP Banten, Siapkan Penandatanganan MoU

Berita Terbaru