Negara Hadir Jaga Pangan di Timur, Satgas Salurkan 4.634 Ton Beras SPHP ke Papua Raya

- Staff

Kamis, 11 Desember 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM , JAYAPURA — Pemerintah kembali menunjukkan keseriusannya menjaga stabilitas pangan nasional, khususnya di wilayah timur Indonesia. Melalui Satgas Pengendalian Harga Beras, sebanyak 4.634 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) mulai disalurkan secara bertahap ke enam provinsi di Papua Raya menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pelepasan distribusi beras SPHP digelar di Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, Selasa (9/12/2025), yang dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaeman bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. Hadir pula Gubernur Papua Matius D. Fakhiri, Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin, Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen, dan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Tantangan Papua Dijawab Negara

Menteri Andi Amran menegaskan bahwa Papua menjadi prioritas dalam upaya stabilisasi harga beras nasional.

> “Papua harus merasakan kehadiran negara secara langsung. Beras SPHP harus tersebar merata, berkualitas, dan harganya stabil. Tidak boleh ada gejolak menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegas Amran.

Beras SPHP yang disalurkan akan menjangkau seluruh kabupaten/kota di enam provinsi Papua Raya: Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya.

Kinerja Satgas: Tekan Lonjakan Harga, Turunkan Inflasi

Satgas Pengendalian Harga Beras yang dibentuk pada 21 Oktober 2025 telah melakukan 35.105 kali pemantauan dalam 49 hari, atau rata-rata 731 titik per hari di seluruh Indonesia. Pengawasan ketat ini menghasilkan 920 surat teguran kepada pelaku usaha yang menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hasilnya mulai terlihat. Harga beras di Zona I dan Zona II turun signifikan dan kini berada di bawah HET. Bahkan sejak Oktober 2025, beras tidak lagi menjadi penyumbang inflasi, tetapi membantu meredam kenaikan harga di berbagai daerah.

Papua Masih Di Atas HET, Tantangan Berat Ditangani Bersama

Meski demikian, harga beras di Papua Raya masih cenderung tinggi akibat akses geografis, biaya logistik mahal, transportasi terbatas, hingga cuaca ekstrem. Belum tersedianya gudang Bulog di 28 kabupaten/kota turut memperpanjang rantai distribusi.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Satgas melakukan langkah cepat:

Menetapkan biaya logistik SPHP sebagai bagian dari HPB, ditanggung negara

Menyediakan 32 gudang filial untuk daerah tanpa fasilitas Bulog

Mengoptimalkan tol laut, kapal perintis, jembatan udara, dan pesawat perintis

Memetakan wilayah rawan hambatan distribusi

Distribusi Multimoda: Udara, Darat, dan Laut

Menurut laporan Satgas, hingga 8 Desember 2025, realisasi distribusi mencapai 1.354 ton atau 29,22 persen. Setelah pelepasan serentak di Mapolda Papua, distribusi bertambah 827,5 ton, sehingga total realisasi mencapai 2.181,5 ton atau 47,08 persen.

Wakapolri: Stok Aman, Harga Harus Stabil

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan dukungan penuh Polri dalam memastikan distribusi pangan berjalan aman hingga wilayah paling terpencil.

> “Beras SPHP ini untuk menjamin masyarakat mendapatkan beras dengan harga yang wajar. Daerah rawan kami suplai dengan pola khusus, baik lewat darat, laut, maupun udara,” jelas Dedi.

Ia juga menyampaikan bahwa 10 gudang logistik baru akan dibangun pada 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan di Tanah Papua.

Harapan dari Tanah Papua

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang dinilai sangat membantu masyarakat, terutama di momen keagamaan jelang Natal.

> “Kami siap mendukung penuh agar distribusi tepat sasaran dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

( Syamsul Sinambela )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sertijab Pejabat Staf Korem 052/Wijayakrama, Danrem Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas Pengabdian
Hari Hutan Nasional, Korem 052/Wijayakrama Tanam 2.000 Pohon Sebagai “Kado untuk Indonesia”
Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Perkuat Sinergi Bersama Sabuk Kamtibmas, Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Keamanan
PWI Kota Tangerang Serahkan SK ke Kesbangpol, Wawan Fauzi: Peran Media Bisa Berdampak Besar hingga Fatal
SKANDAL PROYEK IPAL TPA RAWA KUCING: NURCHOLIS SALMAN TEGAS TIDAK PERNAH MEMBERI IZIN, LISENSI PALSU LOLOS SAAT WAWAN FAUZI MENJABAT — DIA BUNGKAM SAAT DITANYA!
DPMPD Terima Pengaduan JTR Terkait Dugaan Anak Kades Jadi Kaur Keuangan
Jurnalis Diduga Diintimidasi di FIF Tangcity, PWI dan JTR: “Ini Ancaman Serius Kebebasan Pers”
Diduga Ada “Setoran Harian” PKL di Kota Tangerang, Aliran Dana Bayangan di Balik Penertiban?

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pengukuhan Pengurus Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Dihadiri Gubernur dan Wamenhaj Dahnil

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:13 WIB

Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:09 WIB

SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:37 WIB

Anak Semata Wayang Jadi Kebanggaan Keluarga, Sofyan Dikha Rahman Ukir Prestasi Gemilang Di UNIMED

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:41 WIB

Perkuat Sinergi Berantas Narkoba, DPD Pemuda Batak Bersatu Banten Audiensi dengan BNNP Banten, Siapkan Penandatanganan MoU

Berita Terbaru