Sambut Tahun Kuda Api, Ribuan Jemaat Padati Klenteng Boen Tek Bio Kota Tangerang Rayakan Imlek

- Staff

Selasa, 17 Februari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM, TANGERANG — Suasana khidmat dan penuh harapan mewarnai perayaan Tahun Baru Imlek Tahun Kuda Api di Kota Tangerang. Ribuan umat Tionghoa memadati Klenteng Boen Tek Bio untuk melaksanakan ibadah dan ritual sembahyang, sejak malam perayaan hingga Selasa (17/2/2026) siang.

Aroma hio yang terbakar, lantunan doa, serta cahaya lilin yang menyala menambah nuansa spiritual di salah satu klenteng tertua di wilayah Tangerang tersebut. Jemaat datang silih berganti untuk memanjatkan doa demi kesehatan, keselamatan, dan keberkahan di tahun yang baru.

Humas Klenteng Boen Tek Bio, Soey Hong atau yang akrab disapa Mpe Hong, menyebutkan jumlah jemaah yang hadir selama perayaan Imlek diperkirakan mencapai sekitar 5.000 hingga 7.000 orang.

“Mereka datang bergantian untuk melaksanakan sembahyang sesuai tradisi, mulai dari membakar hio, bersujud kepada Tian, Buddha, hingga para dewa yang dipuja di dalam klenteng,” ujar Mpe Hong.

Ia menjelaskan bahwa Tahun Kuda Api dimaknai sebagai simbol energi besar sekaligus tantangan, sehingga umat dianjurkan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperbanyak ibadah.

“Tahun ini dimaknai sebagai tahun yang penuh dinamika. Api bertemu api, artinya kita harus lebih bijak dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan,” tambahnya.

Ritual ibadah diawali dengan penyalaan hio sebagai simbol penghormatan sekaligus media penyampaian doa. Setelah itu, jemaah melakukan sujud di beberapa altar secara berurutan, dimulai dari Tuhan Yang Maha Esa, Buddha, hingga dewa-dewa yang berjumlah sekitar 15 patung.

Menurutnya, isi doa setiap jemaah sangat beragam. Generasi muda biasanya memohon jodoh atau masa depan yang lebih baik, sementara para pelaku usaha berharap kelancaran rezeki dan kesuksesan bisnis.
“Tiap orang memiliki harapan masing-masing. Tidak ada doa baku, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan pribadi,” jelasnya.

Selain sebagai momentum spiritual, Tahun Kuda Api juga dipercaya membawa semangat kompetisi dalam dunia usaha. Keberuntungan diyakini akan berpihak kepada mereka yang bekerja cepat, profesional, dan penuh ketekunan.
Harapan Kerukunan dari Masyarakat Tionghoa
Salah satu jemaat, Lina Tan (42), warga Karawaci, mengaku selalu datang ke Boen Tek Bio setiap perayaan Imlek sebagai bentuk syukur dan refleksi diri.

“Imlek bukan hanya soal tradisi, tapi juga momen untuk memperbaiki diri dan mempererat hubungan dengan sesama. Kami berharap tahun ini membawa kedamaian dan rezeki yang lebih baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh David Lim (35), yang berharap kerukunan antarumat beragama di Kota Tangerang tetap terjaga.
“Kami merasa nyaman karena masyarakat sekitar sangat toleran. Imlek menjadi momentum memperkuat kebersamaan lintas budaya dan agama,” katanya.

Aktivitas ibadah di Klenteng Boen Tek Bio diperkirakan berlangsung hingga hari ketiga perayaan Imlek. Rangkaian perayaan nantinya akan ditutup dengan tradisi Cap Go Meh yang digelar dua pekan setelah Tahun Baru Imlek.

Momentum ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga harmoni sosial, di mana keberagaman menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat Kota Tangerang dalam suasana damai dan penuh kebersamaan.

( Syamsul Sinambela )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sertijab Pejabat Staf Korem 052/Wijayakrama, Danrem Tekankan Profesionalisme dan Loyalitas Pengabdian
Hari Hutan Nasional, Korem 052/Wijayakrama Tanam 2.000 Pohon Sebagai “Kado untuk Indonesia”
Plh. Kapolres Metro Tangerang Kota Perkuat Sinergi Bersama Sabuk Kamtibmas, Dorong Peran Aktif Masyarakat Jaga Keamanan
PWI Kota Tangerang Serahkan SK ke Kesbangpol, Wawan Fauzi: Peran Media Bisa Berdampak Besar hingga Fatal
SKANDAL PROYEK IPAL TPA RAWA KUCING: NURCHOLIS SALMAN TEGAS TIDAK PERNAH MEMBERI IZIN, LISENSI PALSU LOLOS SAAT WAWAN FAUZI MENJABAT — DIA BUNGKAM SAAT DITANYA!
DPMPD Terima Pengaduan JTR Terkait Dugaan Anak Kades Jadi Kaur Keuangan
Jurnalis Diduga Diintimidasi di FIF Tangcity, PWI dan JTR: “Ini Ancaman Serius Kebebasan Pers”
Diduga Ada “Setoran Harian” PKL di Kota Tangerang, Aliran Dana Bayangan di Balik Penertiban?

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pengukuhan Pengurus Matahari Pagi Indonesia Provinsi Banten Dihadiri Gubernur dan Wamenhaj Dahnil

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:13 WIB

Dua Tahun Berlalu, Pelaku Penganiayaan Anak di Pandeglang Belum Ditahan, Keluarga Korban Justru Diteror LSM

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:09 WIB

SMSI Banten Sukses Gelar Training Center Pokja Jaga Desa, Hadirkan Inovasi Ekosistem Media Terintegrasi Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:06 WIB

Kukuhkan Pokja Jaga Desa se-Banten, Lesman Bangun Tekankan Pentingnya Pengawasan Publikasi Desa yang Transparan

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:26 WIB

Puluhan Tahun Berjalan Kaki Mengabdi Untuk Pendidikan, PPPK di Lebak ini Akhirnya Punya Motor Setelah Videonya Viral

Senin, 20 Juli 2026 - 08:11 WIB

Pers Harus Dekat dengan Rakyat, Sekjen Forum Pimred: Perkuat Literasi Jurnalistik untuk Tangkal Hoaks

Sabtu, 18 Juli 2026 - 03:37 WIB

Anak Semata Wayang Jadi Kebanggaan Keluarga, Sofyan Dikha Rahman Ukir Prestasi Gemilang Di UNIMED

Kamis, 16 Juli 2026 - 04:41 WIB

Perkuat Sinergi Berantas Narkoba, DPD Pemuda Batak Bersatu Banten Audiensi dengan BNNP Banten, Siapkan Penandatanganan MoU

Berita Terbaru