IGD RSUD Tigaraksa, Bed Jadi Penentu Hidup dan Mati Pasien?

- Staff

Selasa, 16 Desember 2025 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INFOBAHARI.COM , TIGARAKSA – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kembali menuai sorotan publik. Sejumlah keluarga pasien mengeluhkan dugaan pelayanan yang tidak berjalan optimal sebagaimana fungsi IGD sebagai garda terdepan penanganan kondisi darurat medis.

Berdasarkan pantauan di lapangan, beberapa pasien terlihat hanya dibariskan dan didudukkan di kursi roda tanpa penanganan medis lanjutan. Tindakan yang diberikan terbatas pada pemeriksaan tanda-tanda vital, tanpa disertai pemeriksaan lanjutan seperti pengambilan sampel darah, pemasangan infus, ataupun penanganan luka.

Keluhan salah satunya disampaikan Ayu Rosaindah, keluarga pasien yang membawa adiknya ke IGD RSUD Tigaraksa dalam kondisi sesak napas. Ayu mengaku sempat diminta membawa adiknya kembali ke fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama dengan alasan prosedur rujukan BPJS.

> “Adik saya sudah engap-engapan, tapi malah disuruh balik ke faskes pertama untuk dapat pelayanan IGD,” ujar Ayu kepada wartawan, Selasa (15/12/2025) dini hari.

Setelah pihak keluarga bersikeras, dokter akhirnya melakukan pemeriksaan. Namun menurut Ayu, pemeriksaan tersebut hanya sebatas tanya jawab tanpa disertai tindakan medis lanjutan.

> “Cuma ditanya sakit apa dan apa yang dirasa. Enggak ada pemeriksaan, rasanya kayak wawancara saja,” ungkapnya.

Selain itu, di lokasi IGD juga terlihat seorang korban kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka terbuka dan mengeluarkan darah. Namun korban tersebut dilaporkan hanya ditawari pembersihan luka tanpa penanganan medis lanjutan.

Ironisnya, berdasarkan penuturan salah satu dokter jaga, tindakan medis lanjutan baru dapat dilakukan setelah pasien mendapatkan tempat tidur atau bed. Selama pasien belum memperoleh bed, tenaga medis disebut hanya diperbolehkan melakukan pemeriksaan awal berupa pengecekan tanda vital sesuai standar operasional prosedur (SOP) internal rumah sakit.

Kondisi tersebut memicu kekecewaan sejumlah keluarga pasien. Beberapa di antaranya tampak geram dan memilih membawa anggota keluarganya ke fasilitas kesehatan lain karena tidak menerima alasan SOP tersebut.

Tak ingin mengambil risiko, setelah menunggu selama beberapa jam tanpa kepastian penanganan, Ayu akhirnya memutuskan membawa adiknya ke fasilitas pelayanan kesehatan lain.

> “Di rumah sakit lain, adik saya langsung ditangani dan pelayanannya jauh lebih cepat,” katanya.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terkait penerapan SOP pelayanan gawat darurat di RSUD Tigaraksa. Publik mempertanyakan apakah benar tindakan medis lanjutan di IGD harus menunggu ketersediaan bed, serta sejauh mana praktik tersebut sejalan dengan prinsip dasar pelayanan IGD yang seharusnya mengutamakan keselamatan nyawa pasien.

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Tigaraksa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pembatasan layanan darurat tersebut. Redaksi masih berupaya meminta klarifikasi serta hak jawab dari pihak rumah sakit.

( red )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sungai Cisadane Tercemar, PERUMDAM TKR Pastikan Air Tetap Aman dan Layak Konsumsi
PERUMDAN TKR PEDULI WARGA TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN TANGERANG
Perkuat Sinergitas, Pengurus JTR Audiensi ke Polresta Tangerang
Sempat Bungkam, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Akhirnya Buka Suara soal Dice Massage
Diduga Praktik Prostitusi Berkedok Pijat Refleksi, Wabup Tangerang Perintahkan Satpol PP Turun Tangan.
BPK Diminta Audit Realisasi Anggaran Utilitas TK Negeri Rajawali, Aktivis Soroti Transparansi Dana Rp1 Miliar
Perkuat Sinergi Informasi Kesehatan, Pengurus JTR Audiensi ke Dinkes Kabupaten Tangerang
Ramai Disorot Publik, Bupati Tangerang Tegaskan IGD RSUD Tigaraksa Harus Cepat dan Humanis

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:19 WIB

HPN 2026 di Banten: Pers Didorong Jadi Penjaga Kepentingan Publik di Era AI dan Disrupsi Digital

Minggu, 8 Februari 2026 - 15:00 WIB

Ratusan Anggota SMSI Ramaikan HPN 2026 di Cilegon, Mahasiswa Diajak Jadi Garda Depan Pers Siber Nasional

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:53 WIB

Monumen SMSI di Kota Cilegon: Simbol Perjuangan ‘Jalan Sunyi’ Pers Siber dari Banten untuk Dunia

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:56 WIB

Meriah, Rombongan HPN 2026 Disambut Kesenian Tradisional Pandeglang, Bupati hingga Wagub Banten Apresiasi Peran Pers

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:55 WIB

Penuh Kekhidmatan, KH Aby Muluk Pimpin Doa Keselamatan dan Kesuksesan HPN 2026 di Banten Lama

Selasa, 27 Januari 2026 - 12:59 WIB

Muskot 2026, Yudian Terpilih Aklamasi Pimpin SMSI Kota Serang Periode 2026–2029

Kamis, 22 Januari 2026 - 07:52 WIB

HPN 2026: SMSI Banten dan Wali Kota Cilegon Matangkan Persiapan Puncak Peringatan

Jumat, 16 Januari 2026 - 13:44 WIB

PWI Pusat Gelar Kemah Budaya ke Baduy Sambut HPN 2026

Berita Terbaru

Kota Tangerang

Air Baku Terdampak Limbah, PDAM Tirta Benteng Pastikan Distribusi Aman

Selasa, 10 Feb 2026 - 06:22 WIB