INFOBAHARI.COM, KABUPATEN TANGERANG – Ramainya sorotan publik terkait pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Tigaraksa mendapat perhatian serius dari Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid. Ia menegaskan, RSUD Tigaraksa harus menjadi motivasi sekaligus penyemangat bagi seluruh tenaga kesehatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Bupati Maesyal, tantangan pelayanan kesehatan ke depan menuntut profesionalisme, empati, serta kecepatan dalam merespons kebutuhan pasien, khususnya dalam kondisi darurat yang membutuhkan penanganan segera.
“Rumah sakit daerah adalah garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, pelayanannya harus responsif, cepat, dan tepat, tanpa mengesampingkan aspek kemanusiaan,” tegas Bupati Maesyal saat memberikan arahan, Kamis (18/12/).
Ia juga secara khusus menekankan pentingnya penyederhanaan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan agar tidak menjadi hambatan bagi masyarakat saat membutuhkan layanan kesehatan.
“Berikan pelayanan yang responsif, cepat, dan tepat. SOP pelayanan juga harus dipermudah agar masyarakat memperoleh akses yang lebih mudah dan nyaman,” pesannya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmizi, MARS, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap dugaan kelalaian petugas UGD RSUD Tigaraksa. Tindakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan perbaikan pelayanan kesehatan darurat.
Melalui pesan singkat pada Rabu (17/12), dr. Hendra mengungkapkan bahwa sejumlah petugas IGD telah diberikan teguran.
“Tim UGD sudah kita tegur. Selanjutnya akan dilakukan briefing agar kejadian serupa tidak terulang. Kami juga meminta masyarakat tetap melaporkan jika masih ada layanan yang kurang, supaya bisa terus diperbaiki,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengawasan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya melalui laporan administratif, tetapi harus tercermin langsung dalam praktik di lapangan. Briefing internal akan terus dilakukan untuk memperkuat pemahaman SOP dan kedisiplinan petugas, sekaligus memastikan prosedur tidak menghambat penanganan pasien dalam kondisi gawat darurat.
Sebelumnya, dugaan buruknya pelayanan di IGD RSUD Kabupaten Tangerang menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Ketua Umum Poros Tangerang Solid (Portas), Hilman Santosa, menilai pelayanan IGD justru terkesan lebih mengedepankan administrasi dibandingkan keselamatan pasien.
“Sekarang sepertinya yang paling darurat di IGD itu bukan pasien, tapi administrasi. SOP harus aman dulu, baru pasien menyusul,” kritik Hilman, Selasa (15/12).
Dengan adanya perhatian langsung dari Bupati dan langkah evaluasi dari Dinas Kesehatan, diharapkan pelayanan IGD RSUD Tigaraksa ke depan semakin cepat, humanis, dan benar-benar berpihak pada keselamatan pasien.
( Syamsul Sinambela )












