KEPALA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN TANGERANG BUNGKAM SAAT DIKONFIRMASI TERKAIT DUGAAN KORUPSI DANA BOS SEBESAR RATUSAN JUTA RUPIAH

- Staff

Rabu, 1 April 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Infobahari.com, Tangerang, 1 April 2026 – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang memilih untuk tidak memberikan tanggapan apapun ketika dikonfirmasi terkait serangkaian dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di beberapa Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Tigaraksa periode 2024-2025 hingga 2025-2026. Upaya konfirmasi baik secara langsung maupun melalui pesan tidak mendapatkan respon.

Berikut rincian dugaan kasus yang telah dikumpulkan:

1. SDN 1 Pinang: Diduga terjadi penyalahgunaan dana BOS periode 2024-2025 sebesar lebih dari Rp1,1 miliar. Informasi terkait identitas Kepala Sekolah yang terlibat dan temuan khusus sedang dalam tahap pengumpulan bukti.

2. SDN Kadon Dong: Dugaan korupsi dana BOS periode 2024-2025 lebih dari Rp920 juta, dengan indikasi ketidaksesuaian antara laporan penggunaan dana dan kondisi aktual di lapangan.

3. SDN Nagrak: Dugaan korupsi dana BOS periode 2024-2025 lebih dari Rp1,3 miliar yang pertama kali dilaporkan oleh orang tua murid. Masyarakat menginginkan langkah audit lapangan dan transparansi penggunaan dana BOS.

4. SDN Mata Gara: Diduga terjadi penyalahgunaan dana BOS periode 2024-2025 lebih dari Rp1 miliar yang melibatkan Kepala Sekolah Dadang Supriadi, dengan ketidaksesuaian antara laporan dan realitas lapangan.

5. SDN Kaduagung 2: Dugaan korupsi dana BOS periode 2025-2026 lebih dari Rp897 juta, dengan temuan khusus dan pihak yang terlibat masih dalam proses verifikasi.

Selain kasus di Kecamatan Tigaraksa, sebelumnya juga ditemukan temuan pengelolaan dana BOS sebesar Rp878 juta di 7 sekolah lain yang dinyatakan sebagai kesalahan administrasi. Belakangan ini muncul pula dugaan korupsi dana BOS di SDN Sukatani 07 Kecamatan Rajeg periode 2024-2025 sebesar lebih dari Rp841 juta yang melibatkan Kepala Sekolah Dwi Haryanta, setelah ditemukan ketidaksesuaian data.

Semua kasus ini menjadi perhatian masyarakat karena dana BOS seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak pihak menantikan adanya koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan pihak penegak hukum untuk menyelidiki secara tuntas. Pengumuman resmi mengenai status penyelidikan dan langkah tindak lanjut diharapkan segera datang dari institusi berwenang seperti BPK, Kementerian Pendidikan, Polisi, atau Kejaksaan.

( Yuli Amran )

Facebook Comments Box

Berita Terkait

JTR Apresiasi Kadis DPMD Terbuka dan Menanti Janji Camat Pakuhaji Soal Dugaan Nepotisme di Buaran Bambu
Alur Uang APBDes Berputar di Lingkaran Ibu, Anak, dan Suami di Desa Buaran Bambu, DPMPD Tunjuk Camat Sebabnya
“Bungkam di Tengah Dugaan Nepotisme!” Camat Pakuhaji Tak Menjawab Soal Kaur Keuangan Anak Kades, Warga: Ada Apa?
Sungai Cisadane Tercemar, PERUMDAM TKR Pastikan Air Tetap Aman dan Layak Konsumsi
PERUMDAN TKR PEDULI WARGA TERDAMPAK BANJIR DI KABUPATEN TANGERANG
Perkuat Sinergitas, Pengurus JTR Audiensi ke Polresta Tangerang
Sempat Bungkam, Kasatpol PP Kabupaten Tangerang Akhirnya Buka Suara soal Dice Massage
Diduga Praktik Prostitusi Berkedok Pijat Refleksi, Wabup Tangerang Perintahkan Satpol PP Turun Tangan.

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:02 WIB

FORMAS Dorong Konsolidasi Ormas Perkuat Ketahanan Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Warga Petukangan Utara Desak Pengurugan Tidak Berizin dan Bermuatan Sampah H. Subekti Dihentikan

Senin, 3 Agustus 2026 - 04:32 WIB

Universitas Indonesia dan PERADI Profesional Buka Pendaftaran PKPA Angkatan I 2026, Hadirkan Pengajar dari MA, Kejaksaan hingga KPK

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:33 WIB

Tokoh Tanah Abang H. Heri MS Resmi Dilantik Sebagai Bendahara DPC PKB Jakpus dan Wakil Ketua DPW DKI Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:29 WIB

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum

Minggu, 19 Juli 2026 - 08:27 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:58 WIB

Fit and Proper Test Calon KPI di DPR RI, Ferdi Setiawan Jelaskan Gagasan Transformasi Menuju Ekosistem Penyiaran yang Adaptif

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:47 WIB

Terobosan Smart Ferdi Setiawan, Calon Komisioner KPI, Berbekal Pengalaman Dunia Penyiaran, Akademisi Komunikasi & Pegiat Informasi Publik

Berita Terbaru